Tokoh “Underrated” untuk Memimpin Lubuklinggau, Siapa?

  • Oleh Benny Arnas
  • Direktur Benny Institute, Penulis 31 Buku

Sebagaimana awam, saya juga mengalami kemuakan yang sama dengan “serangan” foto para caleg yang bertebaran di mana-mana beberapa waktu terakhir ini. Tak jarang, saya tersenyum atau tertawa tanpa suara membaca slogan mereka. Berbuat untuk Daerah, Berkarya dari Hati, Mengabdi untuk Negeri, atau bagi para petahana, Lanjutkan Perjuangan, Lanjutkan Pengabdian, Terus Berkarya, Mengabdi tanpa Henti, dan lain sebagainya benar-benar menjadi polusi tekstual – dan tentu saja visual!

Untuk beberapa tokoh yang saya kenal dan terakui karya dan kinerjanya, kemuakan itu menjelma jadi doa. Tapi, kepada mereka dengan latar belakang keberkaryaan yang omong kosong, besar karena bisnis yang justru menghancurkan generasi muda, atau bahkan para petahana yang tak pernah terdengar kiprahnya, saya sungguh memaki bolong besar demokrasi ini.

Bacaan Lainnya

Tapi, saya tidak akan bicara tentang pemilihan anggota legislatif yang tinggal menghitung hari–atau juga pemilihan presiden yang jatuh di waktu yang sama. Saya, dapat dikatakan, berada dalam skeptisisme yang akut terhadap fenomena mencengangkan hari ini. Kalau Pusat saja gagal memberi teladan, wajar kalau di daerah semuanya silang sengkarut dan acak kadut!

Di sini, saya ingin bicara tentang bursa Wali kota Lubuklinggau dan wakilnya yang bursanya baru akan memanas setelah tanggal cantik 14 Februari nanti.

Pos terkait