Indonesia Ekspor 1.200 Metrik Ton Pipa Migas ke Kuwait dan Uganda

KATANDA.ID, Batam – Indonesia tidak hanya memproduksi minyak dan gas (migas), inudstri dalam negeri juga mampu memproduksi pipa untuk memenuhi kebutuhan industri hulu migas.

Akahir pekan lalu, Tim Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkunjung ke sejumlah pabrikan dan vendor lokal di Batam, Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan pers SKK Migas, tim saat di Batam menyaksikan pelepasan 1.200 metriks ton pipa OCTG (Oil Country Tubular Goods) produksi PT Citra Tubindo Tbk yang akan di ekspor ke negara kaya minyak Kuwait dan ke Uganda di Afrika.

“Kami melihat langsung bagaimana pabrikan dan vendor lokal di Batam terus mengembangkan kemampuan dan kapasitasnya, sehingga mampu membuat dan memasok produk-produk berkualitas yang dibutuhkan oleh industri hulu migas,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi.

Menurutnya, produk perusahaan dalam negeri tersebut bisa bersaing menembus pasar global yang membantu memperkuat kemampuan perusahaan sehingga mencapai level saat ini.

Selama di Batam tim SKK Migas dan KKKS mengunjungi fasilitas manufaktur PT Imeco Inter Sarana dan PT Pertamina Patra Niaga di kawasan Batu Ampar, melihat aktivitas pabrikasi di PT APPIPA dan PT Citra Tubindo Tbk yang berada di kawasan industri Kabil, Batam.

Khusus di PT Citra Tubindo Tbk rombongan meninjau fasilitas Pelabuhan Umum Citranusa Kabil yang dikelola oleh PT Sarana Citranusa Kabil sebagai anak perusahaan PT Citra Tubindo Tbk.

“SKK Migas terus mendorong penggunaan barang dan jasa dalam negeri, sehingga industri hulu migas semakin memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan meningkatnya peran pabrikan, vendor lokal dan UMKM binaan, maka industri hulu migas menciptakan dampak berganda terhadap sektor-sektor lainnya,” ujar Erwin Suryadi.

Sementara itu Presiden Direktur PT Citra Tubindo Tbk Satya Haragandhi mengatakan, “Pipa OCTG buatan pabrik kami juga diekspor ke negara lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara Asia lainnya. Produk lokal tidak identik dengan kualitas rendah. Kami ingin membuktikan bahwa produk lokal juga bisa bersaing, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di pasar global.”

Kunjungan tim SKK Migas dan KKKS ke pabrikan dan vendor tersebut bagian dari acara Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) 2022 area operasi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang berlangsung selama tiga hari di Batam, Kepulauan Riau.

Kapnas diikuti 22 pabrikan dan vendor lokal, 12 UMKM binaan, serta dihadiri perwakilan pemerintahan daerah di Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas mengharapkan semua yang terlibat di Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional dapat memanfaatkan peluang dari kegiatan ini karena sudah banyak pabrikan Indonesia yang memiliki barang dengan kualitas tinggi dan harga yang kompetitif.

“Terbukti dari kunjungan yang telah kami lakukan, beberapa pabrikan Indonesia nyatanya mampu bersaing di pasar global. Semoga kegiatan Forum Kapasitas Nasional menjadi pemicu bagi perusahaan penunjang industri hulu migas untuk berlomba masuk ke pasar internasional,” ujar Erwin.

SKK Migas juga menyampaikan apresiasi kepada pabrikan dan vendor. ”Apresiasi layak kami berikan kepada pabrikan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga mampung bersaing di pasar global. SKK Migas dalam mendorong industri penunjang lokal untuk tumbuh dan berkembang akan semakin kami tingkatkan agar efek berganda terhadap sektor lainnya dapat terwujud,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas. (ril/mas)

 

Pos terkait