Bisnis Jasa Pengiriman Masih Diwarnai Perang Tarif

Ketua Asosiasi Jasa Pengirima (Asperindo) Propinsi Sumatera selatan, Haris Djunaidi (Ist)

KATANDA.ID, Palembang – Pertumbuhan industri jasa pengiriman di Sumatera Selatan terus mengalami pertumbuhan hingga 80 persen. Pertumbuhan ini sangat positif karena bisa meningkatkan kompetisi layanan terbaik bagi konsumen tapi dari sisi lain pertumbuhan ini memberikan dampak persaingan harga yang tidak sehat dikalangan pelaku usaha jasa pengiriman.

Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman (Asperindo) Propinsi Sumatera selatan, Haris Djunaidi mengatakan, pertumbuhan bagus tapi yang jadi persoalan persaingan harga yang dinilai sudah tidak wajar.

“Kita sudah memiliki wacana untuk mengatur tarif jasa pengiriman, tapi itu sulit dilaksanakan karena kami tidak bisa melakukan pengawasan biaya tarif yang ditetapkan jasa pengiriman tersebut.” jelasnya ketika dihubungi via telepon, Kamis (04/08)

Biasanya harga paket pengiriman dilihat dari berapa lama, misalnya untuk 1 hari ditetapkan Rp 8.000/kg, tapi karena adanya persaingan bisnis ada perusahaan yang mengambil dibawah harga Rp 8 ribu misalnya Rp 6.000 atau Rp 7.000/kg.

Ditambahkan Haris, saat ini jasa pengiriman lagi banjir permintaan, termasuk di Palembang. Di Palembang, untuk jasa pengiriman seperti TIKI, JNE dan JNT rata Rata – rata pengiriman perhari mencapai 12 ton perhari,  ada juga pengiriman 1 sampai 5 ton perhari untuk perusahaan yang baru merintis.

“Pembelian online masih mendominasi pengiriman saat ini. Hampir 80 persen pengiriman didominasi belanja online.” Katanya

Disisi lain ia menambahkan, sebagai pemberi jasa pihaknya sangat mengeluhkan adanya antrian panjang pembelian Bio Solar yang terjadi saat ini, karena mereka sering di komplain oleh konsumen karena keterlambatan barang yang dikirim ke pelanggan, seharusnya bisa sampai pukul 8 pagi menjadi jam 11 siang.

Harusnya pemerintah terutama Pertamina  lebih bijak menanggapi masalah ini dengan cara tetap membuka layanan pengisian BBM subsidi selama 24 jam di tiap tempat pengisian BBM, karena khawatir kalau sering terlambat berdampak dengan  kepercayaan konsumen terhadap jasa pengiriman. (aya)

Pos terkait