Bertahan Menjadi Market Leader di Wilayah Sumsel, Semen Baturaja Optimis Capai Target di 2022

Direktur Utama PT.Semen Baturaja Tbk, Daconi, saat penyampaian kinerjaSMBR di Public Expose secara online. (lya)

KATANDA.ID, Palembang – Untuk memenuhi Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor i-E tentamgg Kewajiban pennyampaian informasi publik, PT. Baturaja (persero) Tbk (SMBR) menyelenggarakan Public Expose secara online pada hari Selasa (13/9/2022)

Direktur Utama PT.Semen Baturaja Tbk, Daconi, menjelaskan, Pasca Pandemo Covid-19, pertumbuhan industri semen di Indonesia semakin baik dan menunjukkann tren positif.

“Tercatat total demand Semen Nasional pada Semester I/2022 mencapai 29.4 juta ton atau naik 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.” Jelasnya pada saat zoommeating.Selasa(14/9/2022)

Namun pertumbuhan tersebut tidak sejalan dengan demand di Pulau Sumatera yang justru turun 1,6% (yoy), bahkan wilayah Sumbagsel yang menjadi Pasar Utama SMBR juga terkoreksi hingga 2,3% (yoy).

Ditengah penurunan demand tersebut SMBR mampu mencatatkan pertumbuhan volume penjualan hingga 5% (yoy) atau sebesar 890.136 ton. Tercatat penjualan semen SMBR dari segmen retail naik hingga 4,9% dan segmen project naik 1,9%. Secara komposisi penjualan semen SMBR masih didominasi oleh segmen retail seperti tahun lalu.

Dia menambahkan Pertumbuhan volume penjualan tersebut mendorong peningkatan pendapatan dan laba bersih SMBR yang juga tumbuh positif. Tercatat SMBR membukukan kenaikan pendapatan sebesar 8% (yoy) menjadi Rp825,5 miliar hingga Juni 2022.

“Bahkan laba bersih SMBR naik signifikan hingga 495% atau sebesar Rp15,78 miliar dibandingkan tahun lalu.” ujar Daconi.

Ditambahkanya, pada Semester I/2022, posisi keuangan SMBR pun cukup baik, terlihat dari total aset, kewajiban (liabilitas) dan ekuitas yang terjaga serta saldo kas dan setara kas akhir (Nett Cash) yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja positif SMBR ini tak luput dari inisiatif strategis yang telah diterapkan oleh Manajemen, mulai dari inisiatif Cost Leadership through SMBRGO45 Program, Strengthen Market Positioning dan Competency Improvement of Employee.
Pada inisiatif Cost Leadership, SMBR melakukan berbagai upaya efisiensi biaya di berbagai bidang.

Manajemen juga memperkuat Market Positioning diantaranya melalui penataan channel penjualan dan perluasan coverage wilayah penjualan melalui platform digital sehingga volume penjualan mampu tumbuh ditengah penurunan demand.

“Kita optimis dengan pencapaian kinerja yang positif, sepanjang Semester I/2022 dan didukung sejumlah inisiatif strategis yang telah dijalankan, Manajemen pun semakin optimis mampu mencapai target hingga akhir tahun 2022 nanti.” tutupnya. (lya)

Pos terkait