KATANDA.ID, Palembang – Forum Teater Sekolah (Fortas) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Manajemen Sriwijaya Foodies Fest 2022 menyelenggarakan baca puisi di pelataran pusat perbelanjaan OPI Mal pada 24 – 30 Oktober 2022.
Peserta baca puisi datang dari berbagai datang dari beberapa daerah di Sumsel, diantaranya dari Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih. Selain peserta dari Palembang sendiri. Para peserta sebelumnya telah dibina Fortas selama 4 bulan terakhir pada 2022.

Diantara puisi yang dibaca peserta di atas panggung berjudul “Kecublang” dan “Sepucuk Surat Buat Emak” karya penyair, penulis novel “Angin” dan sutrada teater Toton Dai Permana. 
Penampilan pembaca puisi di atas panggung mendapat apresiasi beragam dari pengunjung mal yang menonton. Setiap bait lirik dari puisi “Sepucuk Surat Buat Emak” terutama bait ke-2, 5, 7 dan 9, selalu mendapat sambutan riuh penonton.
Seperti ketika pembaca puisi di panggung mengucapkan larik “Emak!” Serentak penonton menjawab dengan koor hampir bersamaan “Apo, Nak?” kata mereka seraya mendapat respon gelak dan tawa.
Bait puisi tersebut diawali dengan memanggil : Emak!
Bait Ketiga :Emak, kota adalah gadis desa bergincu/memaparkan keindahan semu semata/ gedung menggapai angkasa dan mobil berjuta/tak kulihat gerobak dan sapi lalu/…
Bait kelima : …Emak, aku merasa asing di sini/menggenggam harapan tak menentu/diantara keramahan orang-orang kota/ yang enggan menyapa sebagai basa-basi belaka.
Menurut Litbang Fortas Sumsel, Puisi “Sepucuk Surat Buat Emak” lebih banyak dipilih para peserta dari pada tiga puisi lain yang disiapkan panitia, selain “Kecublang” sebagai puisi wajib bagi setiap peserta. Ada 60 persen dari peserta memilih puisi “Sepucuk Surat Buat Emak” dari pada puisi lainnya, seperti; Dia anak pinggiran Musi,” “Surat dari Desa dan Indonesiaku.
“Minat peserta terhadap puisi ini, menandakan sebuah kesadaran betapa pentingnya seorang ibu dalam keluarga, untuk menciptakan dan mengawal proses perkembangan mental anak didik yang berkarakter dan berintegritas moral,” kata Ketua Forum Teater Sekolah (Fortas) Sumsel Yosep Suterisno.
Pada puisi “Sepucuk Surat Buat Emak” tergambar jelas bagaimana seorang kegelisahan anak yang mengabarkan pada emaknya, tentang bagaimana kondisi sebagian anak bangsa ini yang mentalnya sudah bergeser, dan bertentangan dengan tradisi ketimuran. (ril/mas)









