KATANDA.ID, Lahat – Penerapan Sistem Tata Kelola Keuangan Desa (Siskeudes) online di Kabupaten Lahat, telah 100 persen dijalankan di 360 desa. Namun karena topografi dan letak desa ada yang terpencil, masih menghambat koordinasi dan pengawasan terkait pengelolaan keuangan desa. Seperti kerap terjadi kehilangan sinyal pada jaringan internet ataupun mati lampu.
Seperti di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang. Jika mati lampu, pemerintah desa setempat mengaku, mengalami keterlambatan dalam pelaporan ke Siskeudes online. “Kita di desa kadang 3 kali lampu padam. Komputer mati, begitu juga sinyal wifi internet ikut mati,” ujar Kepala Desa Suka Makmur, Matsa Raharja didampingi Kaur Keuangan, Kris via seluler, Sabtu (29/10).
Menurutnya, pelaporan Siskeudes butuh koneksi yang kuat, terkadang jika kendala itu sering terjadi, akibatnya pengelolaan keuangan desa dari perencanaan, penatausahaan, pelaporan, sampai dengan pertanggungjawaban prosesnya belum optimal. “Bukan hanya kita saja, dapat informasi beberapa desa sekitar juga mengalami kendala yang sama,” tuturnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Lahat, Darul Efendi melalui Kabid Adminitrasi Pemerintahan Arie Efendi SIP mengatakan, Bumi Seganti Setungguan berada pada posisi ke dua, penerapan Siskeudes di Provinsi Sumatera Selatan setelah Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA). Beberapa desa memang banyak melaporkan sering terjadi kendala. Namun jika dalam posisi kehilangan sinyal, pemerintah desa sebenarnya sudah tahu solusinya.
“Kalau hilang sinyal, itu kendala teknis. Solusinya bisa mencari tempat yang ada sinyal internet. Seperti menumpang di desa lain dulu,” jelasnya.
Arie membenarkan bahwa kondisi desa di Kabupaten Lahat bervariasi. Mulai dari sarana prasarana, hingga pemerintah desa yang sudah maju, karena telah berbasis teknologi. Jika untuk internet desa bisa dianggarkan melalui dana desa. Seperti masalah sinyal internet pada seluler mengalami kendala, itu bisa dianggarkan sesuai kemampuan desa. “Ini juga kita sampaikan pada kegiatan study banding dari Pemerintah Kota Prabumulih kemarin lalu,” ujarnya.
(sm)









