KATANDA.ID, Lahat – Kepala BKPSDM Lahat, M Aries Farhan, melalui Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Aparatur, Guntur Martandi mengakui, masih banyak guru honorer dan tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Lahat, yang belum bisa ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2022 ini. Alasannya beragam, mulai tidak adanya formasi, hingga kelalaian dalam update pemberkasan.
“Kami sudah dengar keluhannya. Ada yang tidak bisa dapatkan formasi, apirmasi dari SDMK ataupun database k2,” kata Guntur, Sabtu (12/11).
Guntur menyebut, skenario pemerintah pusat untuk mengakomodir tenaga non ASN sudah berjalan. Karena honorer tidak mungkin semuanya diangkat jadi ASN, tapi juga tidak mungkin diberhentikan semua. Artinya diangkat sesuai prioritas. Wajar jika dalam skenario ini ada yang merasa kecewa, ada yang merasa seperti tidak diakui. Namun Guntur berpesan, honorer harus tetap sabar dan semangat untuk memperbaiki kesalahan.
“Untuk nakes dan guru honorer yang tidak dapatkan formasi, apirmasi atau tidak lulus, nanti pastikan update data kalian. Mungkin ada sedikit kesalahan dalam validasi, tapi ini sudah sistem yang diterapkan,” ujarnya.
Guntur berpesan, kepada nakes dan guru honorer, semuanya harus melek teknologi. Karena sistem digitalisasi saat ini tidak bisa ditinggalkan. Bagi honorer usia tua yang tidak terlalu memahami teknologi, honorer yang muda bisa membimbing agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan administrasi.
“Jadi harus keluar dari zona nyaman, harus mengetahui teknologi, mengetahui cara kerja aplikasi. Karena semuanya sekarang sudah menggunakan aplikasi,” pesannya. (sm)










