KATANDA.ID, Palembang – Tim Ahli Cagar Budaya (ACB) Kota Palembang, sangat tidak setujuh terkait pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, melalui Satuan Kerja (Satker) Pekerjaan Jalan (PJN 3) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memasang lift di Jembatan Ampera.
Dikonfirmasi, Retno Purwanti Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Palembang, mengatakan dirinya sangat tidak setujuh pembangunan lift diatas jembatan Ampera.
“Tentu saja tidak setuju, karena bisa merusak struktur jembatan Ampera,” ungkap Retno saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11/2022)
Retno juga mendesak pihak BBPJN untuk melakukan kajian.
“Kalau saya mendesak untuk melakukan kajian menyeluruh,” tegas Retno
Sebelumnya Komisi IV DPRD Sumatera Selatan Syamsul Bahri, mengaku tidak pernah di ajak bicara soal pemasangan lift di Jembatan Ampera tersebut.
“Kami belum tahu ada rencana pemasangan lift oleh Satker PJN 3 PUPR tersebut dan sampai sekarang secara pribadi belum ada pembicaraan dengan kami dengan pemasangan lift tersebut,” ungkapnya Sabtu (12/11).
Ia menilai seharusnya dalam pemasangan Lift di Jembatan Ampera diperlukan kajian lebih dahulu dan perlu hitung-hitungannya terlebih dahulu.
“Tidak segampang itu , kalau banyak negatip daripada positipnya tidak usah , harus ada kajian yang benar, hitung-hitungannya , bebannya berapa jangan jadi persoalan nanti menambah persoalan baru,” katanya.
Menurut Syamsul jika penting pihaknya bisa memanggil pihak Satker PJN 3 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Diberitakan sebelumnya, Satker PJN 3 PPK 3.6 Jembatan Khusus BBPJN Wilayah Sumsel Dicky Romansyah mengatakan, pemasangan lift di Jembatan Ampera merupakan program pemerintah merivitalisasi bangunan bersejarah di Bumi Sriwijaya.
“Rencananya ada dua unit lift yang bakal dipasang di bagian tengah jembatan,” kata Dicky, Selasa (8/11).
Dicky menyebut bahwa lift tersebut nantinya akan mengantarkan pengunjung ke bagian atas jembatan.
Bagian tersebut dahulu merupakan ruang operator menaikturunkan bagian tengah jembatan.
“Kami juga akan melakukan penguatan struktur bawah jembatan, perbaikan beron dan pilar serta penggantian struktur baja,” ungkap Dicky.
Adapun total anggaran revitalisasi Jembatan Ampera mencapai Rp 27 miliar.(ZR)










