Capaian Positif Industri Hulu Migas 2022 dan Target 2023

Konferensi Pers SKK Migas 2023. (FOTO : Humas SKK Migas)

KATANDA.ID, Jakarta – Bagaimana prospek industri minyak dan gas (migas) Indonesia tahun 2023? Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) punya jawabannya.

Pada awal 2023 tepatnya, 18 Januari 2023 Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersama pimpinan SKK Migas menyelenggarakan konferensi pers “Capaian Kinerja SKK Migas Tahun 2022 dan Target Tahun 2023” di Jakarta yang berlangsung secara hibrid.

Bacaan Lainnya
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan capaian industri hulu migas pada tahun 2022. Menurutnya, realisasi investasi hulu migas tahun 2022 tercatat tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2016. “Meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 serta ketidakpastian geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada melambatnya perekonomian dunia, realisasi investasi hulu migas tahun 2022 ternyata lebih tinggi dari realisasi 2021,” katanya.

Dwi menjelaskan, realisasi investasi hulu migas 2022 mencapai US$ 12,3 miliar yang setara dengan Rp182 triliun, lebih tinggi dibandingkan investasi tahun 2021 yang sebesar US$ 10,9 miliar atau meningkat sebesar 113 persen dari target. Capaian investasi 2022 ini juga melampaui investasi hulu migas sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 11,7 miliar.

“Realisasi investasi hulu migas tahun 2022 yang merupakan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2016. Ini menunjukkan upaya meningkatkan iklim investasi sektor hulu migas telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan daya saing yang signifikan,” ujar Dwi Soetjipto.

Capaian investasi pada 2022 menurut Dwi, tidak bisa lepas dari dukungan Pemerintah, baik dalam bentuk insentif maupun kemudahan-kemudahan lainnya. “Kami juga lebih aktif melakukan jemput bola, melakukan promosi dan tidak menunggu investor datang,” katanya.

Menurut Kepala SKK Migas, “Pencapaian investasi hulu migas yang meningkat menunjukkan bahwa ada kepercayaan terhadap industri hulu migas nasional. Industri ini akan terus berkelanjutan. Untuk 2023 target investasi hulu migas sebesar US$15,5 miliar atau meningkat 26 persen dibandingkan realisasi investasi 2022 atau lebih tinggi dibandingkatan peningkatan investasi global yang sebesar 6,5 persen.”

Selain mendorong peningkatan aktivitas dan investasi, SKK Migas juga melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional hulu migas sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi penerimaan negara dan imbal hasil yang optimal bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Pengeboran, Lifting dan Cost Recovery

Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja Benny Lubiantara menyampaikan, bahwa tingginya investasi hulu migas tahun 2022 berdampak positif pada peningkatan aktivitas eksplorasi dan  aktivitas utama hulu migas. Sejak penurunan aktivitas eksplorasi akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020, pada tahun-tahun selanjutnya aktivitas eksplorasi terus meningkat.

“Jika tahun 2020 jumlah kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 21 sumur dengan nilai investasi US$ 0,5 miliar, maka tahun 2022 sudah meningkat menjadi 30 pengeboran sumur eksplorasi dengan nilai investasi US$ 0,8 miliar.  Target tahun 2023 sebesar US$ 1,7 Miliar untuk 57 pengeboran sumur eksplorasi,” kata Benny.

Selain itu, SKK Migas juga bisa merealisasikan penggantian cadangan yang diproduksikan bisa direalisasikan diatas 100 persen sejak tahun 2018, sebagai pondasi peningkatan produksi migas nasional pada 2030 untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik perhari (BSCFD).

Sementara itu Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo menjelaskan kegiatan pengeboran sumur pengembangan, workover dan well service meningkat. Kegiatan pengeboran sumur pengembangan terealisasi 760 sumur lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebanyak 480 sumur atau meningkat 158 persen. Jumlah pengeboran sumur pengembangan tahun 2022 adalah terbanyak dalam 8 tahun terakhir sejak 2015.

Menurut Wahju, capaian lifting minyak dan gas pada 2022 belum mencapai target yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya tingginya kejadian unplanned shutdown. “Terkait hal tersebut, SKK Migas sudah melakukan audit maintenance dan menyusun langkah-langkah implementasinya, harapannya dengan fasilitas produksi yang semakin baik dapat mendukung kegiatan program yang masif pada 2023,” ujarnya

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto menjelaskan, realisasi lifting minyak tercatat sebesar 612 ribu barel oil per day (BOPD) atau 87 persen dari target APBN. Sedangkan lifting gas mencapai 5.347 juta kaki kubik feet per hari (MMSCFD) atau 92 persen dari target APBN. Menurut Dwi, realisasi tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi global pada tahun lalu. Juga banyak perusahaan migas yang mulai bergeser ke bisnis energi baru terbarukan.

“Ada berbagai hal yang memang mempengaruhi lifting migas tahun 2022. Meski begitu, berbagai upaya untuk menurunkan decline juga sudah dilakukan dan pencapaian ini bahkan bisa menekan decline rate yang terjadi,” ujar Dwi.

Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo juga menjelaskan tentang Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lindungan Lingkungan (K3LL) yang merupakan prioritas di industri hulu migas. Menurutnya, capaian incident rate (IR) sebagai tolok ukur K3LL industri hulu migas pada 2022 mencapai 0,25 atau lebih baik dibandingkan rata-rata IR hulu migas global yang sebesar 0,7. “Adanya incident yang terjadi di hulu migas, maka hal ini menjadi alert bagi SKK Migas untuk terus melakukan perbaikan,” kata Wahju.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menjelaskan efisiensi operasional hulu migas yang terus meningkat. “Tingginya aktvitasi operasional hulu migas, dapat dijaga seefisien mungkin. Efisiensi operasional hulu migas terlihat dari alokasi biaya cost recovery yang telah ditetapkan pada APBN sebesar US$ 8,65 miliar dapat digunakan dengan efisien sehingga hanya terealisasi sebesar US$ 7,8 miliar atau hanya sebesar 90,1 persen dari pagu anggaran,” ujarnya.

Kondisi itu menurut Kurnia, menunjukkan bahwa daya saing industri ini terus mengalami peningkatan. “Juga sebagai bukti bahwa pengawasan oleh SKK Migas dapat dijalankan secara efektif sehingga mendorong peningkatan penerimaan negara yang lebih optimal,” katanya.

Sementara itu dari hasil peningkatan investasi dan kemampuan menjaga biaya-biaya secara efisien, maka penerimaan negara dari hulu migas tahun 2022 menurut Kurnia, mencapai US$ 18,19 miliar atau setara dengan Rp269 triliun atau meningkat 183 persen dari target yang ditetapkan US$ 9,95 miliar. Jika dibandingkan dengan data penerimaan negara sejak 2016, maka penerimaan di tahun 2022 adalah yang paling besar.  “Untuk tahun 2023 target penerimaan negara ditetapkan sebesar US$ 15,88 miliar atau meningkat 159 persen dibandingkan target 2022,” kata Kurnia.

Terkait dengan keberlanjutan lingkungan, Deputi Dukungan Bisnis Rudi Satwiko menjelaskan, “Salah satu kegiatan hulu migas dalam rangka low carbon initiative, yakni dengan penanaman pohon pada tahun 2022 mencapai 2,06 juta pohon atau 12 persen diatas target yang ditetapkan 1,65 juta pohon.”

Untuk mendukung kinerja dan pengawasan yang efektif, SKK Migas telah membangun tata kelola dan organisasi yang dapat menciptakan budaya bersih. Menurut Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri, selain menerapkan prinsip 4 No (No Bribery, No Kickback , No Gift, No Luxurious Hospitality) dan PRUDENT, SKK Migas telah mendapatkan sertifikasi ISO 3700:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Kepatuhan terhadap LHKPN dapat dipertahankan dengan 100 persen, pimpinan dan pegawai SKK Migas telah mengisi LHKPN, serta pakta integritas yang terus diingatkan pada saat membuka perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan SKK Migas,” kata mantan Kapolda Sumsel.

Dalam perkembangan jangka panjang atau long term planning (LTP), Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf menjelaskan, untuk mencapai target 2030, untuk strategi improving existing asset tahun 2023 program lebih agresif dengan target pengeboran sumur pengembangan mencapai 991 sumur atau meningkat 59 persen dibandingkan 2022.

Dalam posisi 3 tahun terakhir, 2021-2023, target minyak di 2020-2021 belum mencapai target sehingga menimbulkan GAP, menyikapi hal tersebut di tahun 2023 SKK Migas dan KKKS telah menyusun berbagai langkah agar tahun ini menjadi turning point melalui eksekusi program kerja yang masif sehingga dapat meningkatkan produksi migas nasional.

Menurut Nanang, terkait dengan ekstraksi sumber daya alam naturalnya adalah decline sehingga bagaimana melakukan transformasi dari sumber daya menjadi produksi. “Kegiatan waterflood dan enhance oil recovery atau EOR sebagai tertiary recovery telah berprogres di WK Rokan, Tanjung, Jatibarang dan Gemah,” ujarnya,

Di Tanjung saat ini sedang field trial polymer dan ketika berhasil akan diikuti dengan kegiatan full scale. “Tahun 2022, KKKS cukup masif melakukan eksplorasi, dan dari 31 sumur sebanyak 10 persen ada di area terbuka yang artinya lama tidak ada eksplorasi dan berhasil menemukan cadangan di Andaman. Ada harapan eksplorasi ke depannya dapat menghasilkan giant discovery – giant discovery yang baru,” kata Nanang. (maspril aries)

 

 

 

 

Pos terkait