Tim FIFA Telah Inspeksi Stadion Gelora Sriwijaya untuk Piala Dunia U-20

Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring menjelang pelaksanaan PON XVI tahun 2004. (FOTO : Dok. Humas Pemprov Sumsel)

KATANDA.ID, Palembang – Piala Dunia U-20 edisi 2021 yang akan berlangsung di Indonesia tinggal dua bulan lagi sebelum pelaksanaan pada 20 Mei – 11 Juni 2023.

Untuk pelaksanaan even sepak bola terakbar nomor dua setelah Piala Dunia tersebut, Indonesia mempersiapkan enam stadion tempat pertandingan yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Bali.

Bacaan Lainnya

Enam stadion adalah stadion utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) (Surabaya), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar, Bali).

Dari enam stadion tersebut, satu-satunya stadion yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20 di Sumatera adalah stadion  Gelora Sriwijaya di komplek Jakabaring Sport City (JSC).

Setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir didampingi Wakil Ketua Umum Ratu Tisha, Wakil Ketua Umum PSSI yang juga Menpora Zainudin Amalia, Sabtu (11/3) telah meninjau langsung stadion Gelora Sriwijaya. Kini giliran Tim FIFA (Fédération Internationale de Football Association)  melakukan inspeksi ke stadion yang dibangun tahun 2004 tersebut.

“Kemarin Tim FIFA sudah melakukan inspeksi ke Palembang, mereka tiba Rabu malam (22/3), kemudian tim didampingi dari PSSI, Asprov PSSI Sumsel dan Local Organizing Committee (LOC). Kamis (23/3) sejak pukul 8.30 melakukan inspeksi ke stadion Gelora Sriwijaya dan beberapa tempat lainnya,” kata Faisal Mursyid Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel Panitia Persiapan Piala Dunia U 20, Jumat (24/3).

Menurut Faisal Mursyid, “Seperti yang dijelaskan Ketua Umum PSSI Erick Thohir beberapa waktu lalu, tim FIFA akan melihat langsung seluruh persiapan di stadion Gelora Sriwijaya berikut fasilitas dan sarana pendukung. Kita harapkan apa kita lakukan sesuai dengan harapan dan memenuhi ketentuan FIFA.”

Inspeksi tim FIFA di stadion dan komplek JSC tidak diboleh diliput langsung oleh wartawan yang sudah menunggu di luar stadion. Tim FIFA selain melakukan inspeksi persiapan pada stadion pertandingan juga melihat stadion atau lapangan tempat latihan tim, yaitu stadion atletik, lapangan bisbol, lapangan panahan dan stadion Bumi Sriwijaya yang berada di luar kompleks JSC serta hotel untuk akomodasi tim peserta Piala Dunia U-20

Faisal Mursyid tidak memberikan keterangan banyak dari kunjungan tim FIFA tersebut. “Selain inspeksi memang ada paparan dari tim terkait seperti dari Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan, Dispora Sumsel, serta PT JSC tentang persiapan yang telah dilakukan. Dari tim FIFA juga ada masukan yang harus diperbaiki ,” ujarnya.

Usai melakukan inspeksi tim FIFA pada Kamis malam terbang ke Jakarta dan dijadwalkan Jumat (24/3) akan melakukan inspeksi ke stadion Jalak Harupat, Jawa Barat.

Kedatangan tim dari FIFA bukan yang pertama, sebelumnya tim dari FIFA telah melakukan kunjungan dan melakukan audit dan hasilnya telah disampaikan kepada PSSI. Setelah menerima hasil audit tersebut Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa FIFA berhak mencoret dua dari enam stadion tersebut yang dipersiapkan Indonesia sebagai tempat pertandingan Piala Duni U-20 yang akan berlangsung 20 Mei -11 Juni 2023.

Saaat meninjau stadion Gelora Sriwijaya Erick mengatakan, “Ini titik peninjauan kami yang pertama, untuk memastikan kesiapan infrastruktur jelang Piala Dunia U-20 untuk Palembang.”

Di Jakabaring, Erick juga melihat langsung stadion Gelora Sriwijaya, stadion dan lapangan yang disiapkan untuk latihan. “Secara keseluruhan kondisinya baik, namun memang ada beberapa catatan yang harus diperhatikan seperti perbaikan ruang VIP, control room, dan bangku-bangku penonton,” katanya.

Di stadion yang berdiri tahun 2004 untuk pelaksanaan PON XVI, Ketua Umum PSSI melihat langsung field of play yang meliputi rumput, sistem penyiraman rumput, sistem drainase, arena tempat duduk, VIP area, media broadcast, akses keluar dan masuk, command center, area medis, dan lainnya.

“Hari ini kami ingin memastikan sebelum kedatangan FIFA tanggal 21-27 Maret mendatang, jangan sampai ada kekurangan yang akan mengurangi jumlah stadion yang diharapkan. Apalagi kunjungan FIFA sifatnya final. Kita ingin tidak ada stadion yang dicoret. Kondisi di lapangan harus sesuai, seperti disampaikan Menpora, bisa tidak kita memenuhi ketentuan FIFA?” ujar Erick Thohir. (maspril aries)

Pos terkait