KATANDA.ID, Palembang – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumsel, telah mengetahui Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya telah resmi bergabung ke Partai Gerindra.
“Ya, sudah sepengetahuan saya dan sudah matur (bilang) ke saya,” ungkap Herman Deru usai meninjau Arus Balik Mudik Lebaran 2023 di Terminal Alang-alang Lebar, Sabtu (29/4/2023).
Menurut Deru, wakil pimpinan daerah itu kan pejabat politik tentu perlu dukungan dari berbagai parpol. Ini adalah suatu kesempatan yang baik untuk Wakil Gubernur Sumsel untuk ke suatu partai.
“Memang nggak harus sama partainya dengan saya, dan itu sudah sepengetahuan saya. Kalau kita hanya berkutat di satu partai bagaimana kita bisa mengakomodir semua aspirasi dari konstituen lain,” ungkapnya.
Masih kata Deru, karena di Indonesia ini kan partainya banyak. Jadi dengan berbeda partai bisa banyak mengakomodir aspirasi yang ada.
“Kita sudah komitmen untuk berpasangan. Jadi masih tetap Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY). InsyaAllah HDMY jilid 2,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, secara resmi dilantik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sebagai anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
Terkait bergabungnya di Partai Gerindra, menurut Mawardi, dirinya bergabung di Gerindra sebagai anggota pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.
Ia mengatakan, dirinya juga mengucapkan terimakasih pada Partai Golkar karena, memang semuanya hampir rata-rata posisi pencapaian ini dari Golkar.
“Tapi kita sudah tidak dipercaya lagi dan diberhentikan dari Golkar. Bisa jadi bagi Golkar kita membebani, ya kita terima saja diberhentikan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, di Partai Gerindra dirinya merasa masih dibutuhkan. Untuk itulah Mawardi Yahya berpikir untuk bergabung saja dengan Partai Gerindra.
“Karena kita orang politik, mau tidak mau harus berada di partai. Karena partai salah satu wadah dalam berdemokrasi dan menjadi kekuatan,” urainya.
Menurutnya, kalau hanya bicara sendiri tidak ada kekuatan, tapi kalau bergabung dengan partai politik itulah sarana demokrasi di bangsa ini.
“Walaupun di DPP, saya diminta Prabowo membina kader di Sumsel. Supaya benar-benar menjalankan seperti AD/ART dan dalam kebijakannya berpihak pada rakyat,” katanya.
Mawardi Yahya pun menceritakan pilihannya jatuh pada Partai Gerindra karena, ia melihat Gerindra konsekuen dalam arti kata yang ikhlas dan masih dipercaya dalam menjalankan visi dan misinya membangun bangsa dan negara ini.
Terlebih Partai Gerindra menurutnya, tidak neko-neko dan ikhlas untuk membantu Presiden Jokowi memperbaiki tatanan negara.
“Bagi saya sosok Prabowo, tidak pernah putus semangat dan ikhlas meskipun ada yang menghina tetap tegar,” ungkapnya.
Menurutnya, komitmen Prabowo terhadap negara kesatuan RI dan membantu Jokowi dalam membangun bangsa meskipun ada retorika tapi, dia tetap membantu dalam membangun bangsa ini.
“Saya kagum dengan Prabowo. InsyaAllah mungkin saatnya rakyat memberikan amanat pada beliau di 2024 untuk jadi Presiden,” tutupnya.
(Ron)









