KATANDA.ID, Lahat – Peristiwa kecelakaan antara pengendara mobil dengan Kereta Api (KA) Nomor KA L2397 dengan masinis Anang G di belakang Pertamina tanpa palang pengaman kembali terjadi .
Peristiwa kecelakaan mobil minibus BG 1377 ED yang dikendarai oleh Beben Wibowo (36) warga Talang Kapuk kelurahan Pasar Lama kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, bersama istri dan kedua anaknya terjadi sekira pukul 19.50 WIB.
Pantauan di lokasi kejadian perkara (TKP) akibat kecelakaan itu, mobil minibus BG 1377 ED dalam kondisi rusak berat bemper depan mobil hancur, pintu depan bagian sopir ringsek karena, diduga mobil sempat terseret lokomotif.
Sampai saat ini, mobil masih di lokasi kejadian, dan akan ditarik menggunakan mobil derek. Anggota dari Reskrim Polres Lahat masih berjaga di lokasi kejadian, dibantu beberapa anggota dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lahat, guna mengamankan dan mengatur arus lalu lintas.
Kapolres Lahat AKBP S Kunto Hartono melalui piket Reskrim Polres Lahat Aipda Aan Chandra membenarkan, bahwa kecelakaan tersebut antara lokomotif dengan mobil minibus BG 1377 ED yang terjadi sekira pukul 19.50 WIB.
Aan Chandra menjelaskan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat hujan dan dalam keadaan lampu mati. Pengendara minibus Beben Wibowo warga Talang Kapuk, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, bersama istri dan kedua anaknya telah dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan.
“Alhamdulillah, dari peristiwa yang ada tidak sampai menelan korban jiwa, dan saat ini sopir mobil bersama istri dan kedua anaknya hanya mengalami luka-luka lecet dan dirawat di RSUD Lahat,” ujar Aan Chandra di lokasi, Kamis (4/5/2023).
Sementara itu, Siswanto selaku kepala jalur PT KAI dibincangi di TKP mengaku, kecelakaan tersebut diketahui lokomotif dari arah Desa Sukacinta hendak menuju ke Stasiun Lahat.
Tidak dipungkiri kecelakaan di pintu perlintasan yang berada di Kelurahan Kota Negara, Kecamatan Lahat, tepatnya di belakang Pertamina itu, tanpa papan pengaman, Diakui Siswanto, tahun ini saja sudah empat kali terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.
“Benar, dan kecelakaan ini telah ke-4 kalinya. Dan, di lokasi memang tidak ada papan pengaman sehingga, kecelakaan di Kelurahan Kota Negara ini kerap terjadi,” pungkas Siswanto.
(sm)









