Dorong Realisasi Pengeboran, SKK Migas-KKKS Sumbagsel Monitoring Kesiapan Tajak Sumur Pengeboran 2023

Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf.

KATANDA.ID, Palembang – Guna memaksimalkan upaya pencapaian target produksi Migas di wilayah Sumbagsel, SKK Migas – KKKS melaksanakan kegiatan Monitoring Kesiapan Tajak Sumur Pengeboran di Wilayah Sumbagsel 2023.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas Surya Widiantoro, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan dan pimpinan dari 24 KKKS wilayah Sumbagsel.

Ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi KKKS maupun Mitra Pertamina EP (KSO) di Sumbagsel untuk dapat menyelesaikan target kerja pengeboran tahun ini, sehingga dapat mendukung tercapainya target produksi khususnya, untuk wilayah Sumbagsel.

Dalam sambutannya, Nanang Abdul Manaf menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan hal yang positif karena dapat memperkuat sinergi antara SKK Migas dan KKKS untuk bekerja sama dalam menjalankan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi minyak dan gas sehingga dapat memberikan kontribusi positif pada pencapaian target produksi nasional.

Dikatakan Nanang, saat ini Indonesia masih menjadi net importir untuk minyak sehingga membebani APBN negara untuk itu hulu migas akan melakukan pergerakan yang massif, agresif dan efisien untuk dapat mencapai target di 2030 yakni produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas, setidaknya untuk mengurangi defisit kebutuhan minyak di Indonesia.

Hal ini tidak dapat dilakukan bila sinergi tidak berjalan dengan baik antara SKK Migas dan KKKS untuk itu Nanang menyampaikan agar KKKS dapat lebih aktif untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait di SKK Migas agar target pengeboran dapat terealisasi secara maksimal dan berdampak pada penambahan penemuan Migas untuk menjaga ketahanan energi nasional.

“Dengan target yang cukup tinggi KKKS harus lebih aktif untuk meminta arahan kepada fungsi terkait di SKK Migas agar rencana kerja pengeboran dapat diwujudkan, bila ada isu langsung sampaikan agar nanti kita dapat mencari solusinya bersama,” ujar Nanang.

Ia juga menyampaikan dengan adanya permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi di lapangan, agar KKKS juga tetap dapat berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai potensi permasalahan dan tantangan yang ada tersebut.

“Ini target produksi, lifting, serta realisasi kegiatan pengeboran, kerja ulang dan perawatan sumur kita harapkan dapat tercapai sesuai dengan yang telah disetujui dalam WP&B 2023,” tambah Nanang.

Berikutnya Nanang menegaskan, SKK Migas akan mendukung berbagai upaya penyelesaian permasalahan yang ada guna melancarkan program kerja KKKS.

(Rel)

Pos terkait