Deru Sebut Bidan Garda Terdepan Dalam Layanan Perbaikan Pola Hidup Ibu Hamil Cegah Bayi Lahir Stunting

Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

KATANDA.ID, Palembang – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengapresiasi kepedulian Dexa Group berasama Ikatan Bidan Indonesia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menjalankan program edukasi bagi para bidan dan Intervensi Stunting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Kepeduliannya luar biasa dari Dexa Group yang men-training para garda terdepan kita (Bidan), untuk itu saya berikan apresiasi,” ucap Herman Deru saat membuka Program Edukasi bidan dan Intervensi Stunting di Hotel Novotel Palembang, Selasa (27/6/2023).

Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, upaya penanganan stunting tidak cukup hanya dibebankan pada pemerintah saja melainkan harus melibatkan semua  pihak termasuk perusahan  bidang farmasi.

“Nah kepedulian ini harus kita dengungkan agar semua ikut terlibat,” tambahnya.

Herman Deru merinci dalam beberapa waktu terakhir  banyak pujian  yang ditujukan kepada Provinsi Sumsel atas berbagai raihan prestasi di tingkat nasional salah satunya Provinsi Sumsel sukses dalam menurunkan  angka stunting secara signifikan.

“Angka stunting kita pernah mencapai 24,8 persen. Namun, dengan kerja keras  dari semua pihak akhirnya kita berhasil  turunkan menjadi  6,2 persen. Tapi yang dipuji Gubernur padahal yang bekerja itu bidan,” katanya.

Dia menyebut sejak dari awal memimpin Sumsel dirinya   sudah  melakukan berbagai upaya dalam menekan stunting. Salah satunya dengan memberikan bantuan alat timbangan bayi kepada  6.000 posyandu lebih  tersebut di pelosok Sumsel. Pemberian timbangan  bayi tersebut dilakukannya sebagai bentuk perhatian kepada para posyandu.

“Ini adalah sebuah perhatian kepada 6.000 posyandu. Namun ini belum cukup karena penanganan stunting di lapangan hanya perbaikan gizi bayinya saja, akan tetapi yang perlu diperhatikan juga adalah calon ibunya,” tuturnya.

Untuk itu Herman Deru menilai para  sangat penting sebagai garda terdepan yang bertugas di puskesmas ataupun praktek secara  mandiri.

“Inilah garda terdepan yang membuat nama harum Sumsel melalui program-program bersama lintas sektoral baik itu sanitasi dan pola hidup yang baik ditambah lagi program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Coorporate Affairs Dexa, Tarcisius Tanto Randy terus berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan termasuk edukasi bidan dan Intervensi Stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah berkat kerja bersama dan kolaborasi sehingga angka stunting di Sumsel turun menjadi 18 persen angka ini lebih rendah dari nasional,” terangnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah fokus dalam menurunkan angka stunting.

Sebagai bentuk dukungan pihaknya  menjalankan  program edukasi bidan dan Intervensi Stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sumsel dengan target   penurunan angka stunting sebesar 14 persen akan tercapai.

“Saya mengajak seluruh pihak baik semua stakeholder dan mitra setra bidan untuk bersama-sama bertekad d menurunkan angka stunting,” tandasnya.

Turut hadir pada kesempatan, Kepala BKKBN, Dr dr Hasto Wardoyo, Direktur Operasional Dexa Group, Gunawan Lukman, serta para seluruh Persatuan Bidan Indonesia se Sumsel sebanyak 1.020 orang.

(Rel)

Pos terkait