KATANDA.ID, Baturaja – Program budidaya lebah Trigona di lahan bekas tambang yang tengah dijalankan PT Semen Baturaja (SMBR) Tbk yakni melalui SMBR Economic and Education Bee Farm mendapat perhatian Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Arif Harsono, SIK, MH.
Kapolres didampingi Vice President (VP) of Mining SMBR Muhammad Beni melihat Program SMBR Economic and Education Bee Farm yang merupakan program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan memanfaatkan habitat budidaya lebah Trigona yang ada di lahan bekas tambang SMBR.
Kapolres AKBP Arif Harsono datang berkunjung dalam rangka melakukan survei sebagai rencana dalam membuat program yang dapat bermanfaat dan memiliki nilai lebih serta membangun masyarakat yang produktif dan mandiri secara ekonomi dengan tujuan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, tujuan lainnya yaitu mengurangi kegiatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering dilakukan oleh masyarakat pada saat musim kemarau.
VP Mining SMBR Muhammad Beni menjelaskan budidaya ini merupakan hasil replikasi yang dihasilkan dari area reklamasi pasca tambang yang diubah oleh Department of Mining (Beeyond Mining), menjadi lahan vegetasi dan ekosistem baru, serta menjadi habitat bagi berbagai fauna yang hidup di sekitar areal tambang SMBR oleh salah satunya adalah lebah trigona.
Menurut Kapolres OKU bahwa program yang tepat dan mudah dilakukan oleh masyarakat salah satunya dengan budidaya lebah Trigona. “Dengan adanya budidaya lebah yang dilakukan oleh masyarakat harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak melakukan karhutla yang akan mengganggu habitat dari budidaya lebah khususnya di kabupaten OKU,” katanya.
Kapolres meminta SMBR dapat berbagi pengetahuan tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang baik untuk budidaya lebah yang sudah berhasil dilakukan di lingkungan SMBR dan dapat dijadikan standard acuan yang dilakukan oleh masyarakat.

Menurut VP of Mining SMBR Muhammad Beni, BUMN semen anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah bekerja sama dengan desa binaan Corporate Social Repsonsilibility (CSR) melalui Kelompok Tani Terpadu Desa Laya dan BUMDes Maju Mandiri dalam mengelola budidaya lebah trigona dan pengembangan bisnis madu melalui brand produk Beeyond Honey.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam budidaya madu trigona, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Komitmen ini sejalan dengan pilar keberlanjutan SIG yaitu menciptakan nilai bagi karyawan dan komunitas yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Beni.
Dalam budidaya lebah Trigona, SMBR memanfaatkan area bekas tambang, dengan Beeyond Team SMBR melakukan inovasi ramah lingkungan yaitu pengelolaan ekosistem pada area lahan bekas tambang quarry dengan sistem silvikultur menjadi habitat budidaya koloni lebah trigona.
Di area bekas tambang tersebut tumbuh jenis tanaman hias yang banyak mengandung nectar dan pollen yang sangat disukai oleh koloni lebah, sehingga muncul ide untuk pemanfaatan tanaman tersebut sebagai habitat budidaya koloni lebah Trigona.
Di lokasi tersebut juga dilakukan kegiatan pembenihan, penyapihan, pembibitan di lokasi nursery green house division mining. Setelah bibit siap untuk ditanam terlebih dahulu area yang akan ditanami tanaman untuk tempat berkembang biak lebah Trigona dan dilakukan penebaran legume cover crop agar tanah lebih subur kembali.
Lebah Trigona atau Trigona spp dikenal sebagai salah satu sumber daya hutan non kayu yang potensial untuk dibudidayakan dengan tersedianya sumber pakan yang berlimpah. Hampir semua tumbuhan yang menghasilkan bunga dapat dijadikan sumber pakan lebah, termasuk yang ada di areal reklamasi bekas tambang Semen Baturaja. Pada September 2021 SMBR telah melakukan panen perdana produksi madu lebah Trigona
Selain itu, melalui program CSR budidaya lebah trigona PT Semen Baturaja optimis bisa menjadi Role Mode Ekonomi Hijau (Green Economy) yang diterapkan pada area bekas tambang yang tidak ekonomis lagi menjadi penghasil madu dengan nilai ekonomi tinggi. (ril/mas)









