KATANDA.ID, Palembang – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Ahad (12/11) melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan (Sumsel). Kunjungan kali ini dijadwalkan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Menteri Siti Nurbaya yang didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengunjungi Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan. Sebelum kunjungan lapangan, melaksanakan rapat di kantor Manggala Agni Daops OKI.
Di lapangan Menteri LHK melihat langsung kondisi lahan gambut yang masih terbakar dan masih ada titik api. Menurut Siti Nurbaya, karhutla di Sumsel seluruhnya dilakukan pemantauan, terutama di Kabupaten OKI dan Ogan Ilir. “Hari ini kita bersama Gubernur Sumsel turun tinjau langsung karhutla di OKI”, katanya.
Menurut Siti Nurbaya, dirinya mendapata laporan karhutla di Kabupaten OKI, ada empat atau lima titik lokasi yang karhutla terjadi terus menerus. “Untuk lahan gambut yang terbakar di Kabupaten OKI ini pemadaman sulit. Terkendala sumber air untuk penanganan pemadaman”, ujarnya.
Menurut Menteri LHK, untuk lokasi Jungkal yang hamparan gambut yang kebakaran terkendala sumber air, maka akan berkoordinasi dengan stakeholder dalam penanganannya. “Penanganannya akan dicarikan solusi sehingga bisa ditanggulangi. Dengan mengambil air dari Sungai Komering dan dialirkan ke kanal di Desa Jungkal. Ini akan dilakukan bekerjasama dengan instansi terkait”.

Pada kesempatan itu Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni menjelaskan, upaya penanganan karhutla Pemprov Sumsel bersama Forkopimda termasuk Bupati /Walikota serta stakeholder yang lain terus bersinergi melakukan penanganan karhutla.
“Untuk penanganan karhutla ini berbagai langkah yang dilakukan, salah satunya dengan melakukan pergeseran anggaran untuk penanganan karhutla di tingkat kabupaten/kota,” kata Agus Fatoni yang juga Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, dalam penanganan karhutla pemerintah daerah dapat mengarahkan dengan memanfaatkan dana anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang memang diperuntukan untuk keadaan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi.
Sementara itu menurut Menteri Siti Nurbaya, Kementerian LHK menganalisis di wilayah Sumsel secara keseluruhan, pada 2023 ini jumlah dari titik panas menjadi titik api 80 persen atau sekitar 10.090 titik dibanding dengan 2019 yang jumlahnya 29.000 titik, kemudian di 2015 jumlahnya 71.000 titik api.
Menteri LHK juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov dan Pj Gubernur Sumsel yang akan mengambil langkah-langkah sanksi hukum dalam kasus karhutla. “Kita bisa paralel dalam penanganan hukum, tidak ada masalah”, ujarnya.
Dalam kunjungan kerjanya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan Pj Gubernur Agus Fatoni bersama Forkopimda, Bupati/Walikota termasuk stakeholder lainnya sehingga penanganan karhutla sudah berjalan baik dan bagus.
“Terima kasih kepada pak Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Walikota serta stakeholder lainnya yang telah berkerja keras sehingga penanganan karhutla di Sumsel sangat bagus”, kata Siti Nurbaya.
Pada kunjungan ke Sumsel, Menteri Siti Nurbaya disambut Sekretaris Daerah SA Supriono bersama Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana, Asisten I Pemprov Sumsel Edward Candra dan pejabat terkait lainnya di terminal VIP bandara SMB II. Kedatangan Menteri LHK ke Palembang bersamaan dengan Pj Gubernur Agus Fatoni yang juga tiba di Palembang dengan pesawat yang sama. (maspril)









