Musim Hujan, BPBD Sumsel Pemetaan Wilayah Rawan Bencana

Pj Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni saat mengecek Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor.

KATANDA.ID, Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, telah meminta sembilan wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan.

Kesembilan wilayah yakni, Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur. Lalu Musi Rawas (Mura), Muratara, dan Lubuk Linggau.

Bacaan Lainnya

“Kerentanan itu berasal dari faktor geografis (perbukitan),” kata Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana, Kamis (24/11/2023).

Selain faktor geografis, Iqbal juga mengatakan selama musim kemarau yang lalu banyak tumbuhan yang mati akibat kekeringan yang disebabkan El Nino. Kondisi ini perlu diantisipasi mengingat tumbuhan merupakan faktor penting membantu ekosistem alam dalam menyerap air.

“Kita sudah menyampaikan pemberitahuan ini ke kabupaten kota termasuk imbauan yang dikeluarkan BMKG soal peringatan dini,” tuturnya

Adapun untuk saat ini Pemprov Sumsel akan memantau terlebih dahulu perkembangan situasi di lapangan dalam menghadapi kemungkinan bencana alam sebelum menaikan status penanganan.

Pihaknya memastikan personel dan peralatan di lapangan dapat cepat tanggap dalam menjangkau wilayah rawan bencana.

“Sejauh ini juga kita senantiasa memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal-hal antisipasi dalam menghadapi musim hujan,” jelasnya

Sedangkan untuk pos anggaran Sumsel yang akan digunakan nantinya dalam mengantisipasi bencana alam, diserahkan ke masing-masing instansi mulai dari Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta BPBD. Menurutnya penggunaan anggaran yang ada akan menyesuaikan kondisi bencana di suatu wilayah.

“Untuk perhitungannya akan kita data lagi lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, menambahkan pihaknya lakukan pengecekan personel dan peralatan dalam menghadapi musim hujan. Musim hujan ini akan rawan bencana khususnya longsor dan banjir.

Agus menerangkan, pihaknya melakukan pemetaan dini wilayah mana saja yang masuk dalam kerawanan bencana. Pihaknya menyiapkan sekitar 1.000 personel lintas instansi ditambah dengan relawan pemuda yang ada di wilayah-wilayah rawan bencana.

“Beberapa daerah rawan bencana jadi atensi kita agar kemungkinan-kemungkinan (bencana) itu bisa diantisipasi,” tutupnya. (DN)

Pos terkait