Warga Ngadu ke Wabup PALI, Pertamina Ngilang Pasca Pipa Ditambal

Perbaikan pipa milik Pertamina yang bocor.

KATANDA.ID, PALI – Warga Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan ngadu ke wakil Bupati PALI Drs H.Soemarjono meminta kejelasan kerugian yang dialami pasca pipa milik Pertamina Adera pecah.

Warga ngadu ke Wabup PALI saat orang nomor dua di Kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan itu mengecek kondisi di lapangan pasca pipa Pertamina pecah, Selasa 16 Januari 2024.

Bacaan Lainnya

Saat ngadu Wabup,  warga mempertanyakan pihak Pertamina ngilang setelah pipa ditambal dan tidak bocor lagi.

“Kerugian kami banyak pak Wabup, ada 40 lebih Kepala Keluarga (KK) yang terdampak saat pipa meledak,” ungkap Tasy warga setempat saat bertemu Wabup di lokasi.

Menurut Tasy, warga bingung pihak Pertamina tidak memberikan kepastian terkait pendataan kerugian warga yang telah dilakukan pihak perusahaan dan pemerintah desa.

“Memang semua warga terdampak didata, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi,” imbuhnya.

Dihadapan Wabup, Tasy meminta agar pemerintah kabupaten PALI memfasilitasi warga agar pihak Pertamina bertanggung jawab.

“Sampai saat ini ada warga yang masih belum menggunakan sumurnya akibat tercemar minyak mentah yang keluar dari pipa pecah. Kami berharap pak Wabup meminta Pertamina bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” pintanya.

Diakui Warga bahwa pada proses penanganan pipa pecah, pihak Pertamina hanya menggali kemudian menambal lalu timbun lagi.

“Pihak Pertamina tidak mengganti pipa pecah, kami lihat hanya digali dan mencari sumber bocor lalu ditimbun lagi. Untuk penyebab, kami yakin korosi namun pihak Pertamina tidak memberikan penjelasan kepada warga penyebab pipa pecah itu,” kata Tasy yang sama keterangannya dengan Susiawati, warga lainnya.

Sementara itu  Wabup PALI menyatakan akan memanggil pihak Pertamina Adera untuk meminta penjelasan pasca kejadian.

“Kita akan ajak pihak Pertamina, pemerintah desa dan warga untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai ada warga yang dirugikan,” tandasnya.

Wabup juga meminta pihak Pertamina menyampaikan kepada warga terdampak kepastian pemberian tali asih sesuai kerugian yang dialami warga.

“Jelaskan kepada warga, ajak pemerintah desa agar tidak menimbulkan masalah baru,” saran Wabup. (*)

Pos terkait