“PTBA berkolaborasi dengan Badan Riset & Inovasi Nasional atau BRIN dan berbagai perguruan tinggi. Melalui berbagai kolaborasi serta penelitian dan pengembangan tersebut diharapkan tercipta inovasi serta peluang diversifikasi yang mempertimbangkan skala keekonomian, sehingga hilirisasi batu bara dapat terwujud”, ujar Niko.
Selain itu PTBA sebagai anggota Grup MIND ID, terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini terlihat dari peningkatan pasokan batu bara PTBA untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya ketenagalistrikan.

DMO Batu bara
Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA, realisasi domestic market obligation (DMO) batu bara PTBA pada 2023 tercatat mencapai 21,4 juta ton. Sebelumnya pada 2020 realisasi DMO dari PTBA sebesar 14,1 juta ton, kemudian pada 2021 sebesar 16,1 juta ton, dan pada 2022 sebesar 19,2 juta ton.
Dalam skala nasional produksi batu bara Indonesia tahun 2023 menurut catatan dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, terealisasi sebesar 771,04 juta ton, atau mencapai 111,01 persen dari target sebesar 694,50 juta ton. Dari total produksi tahun 2023 tersebut, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan batu bara pasar domestik sebesar 344,53 juta ton, pasar ekspor sebesar 406,67 juta ton, dan selebihnya sebesar 71,06 juta ditujukan untuk DMO
Dari sisi pendapatan, pasca tranformasi yang berkesinambungan, PTBA mampu meraih kinerja positif. Pada 2023, sukses membukukan pendapatan Rp 38,5 triliun dan laba bersih Rp 6,1 triliun.
“Jadi transformasi yang telah dilakukan Kementerian BUMN akan membuat kami semakin tangguh di masa mendatang. Ini menjadi pijakan kami di BUMN untuk semakin unggul, meningkatkan daya saing, sehingga lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan. Dengan demikian kami dapat terus konsisten dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat”, kata Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra. (ril/mas)










