Muara Enim Jadi Pionir Ekonomi Inklusif Berbasis Gender di Sumsel

KATANDA.ID, Palembang – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menerima penghargaan sebagai pionir dan salah satu daerah yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis gender. Capaian ini mencakup advokasi dan perlindungan terhadap pekerja perempuan, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit, dengan menjamin hak-hak dasar tanpa diskriminasi maupun kekerasan. Langkah ini dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan perekonomian rakyat dan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan berupa piala dan sertifikat diberikan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan dan Tribun Sumsel, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam acara Mata Lokal Award 2025 di Hotel The Alts, Palembang, pada Rabu (30/07).

Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., yang hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Shofyan Aripanca, S.Kom., menyampaikan bahwa Pemkab Muara Enim memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan gender. Berbagai program dan inisiatif telah dijalankan guna menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan dan memberikan peluang yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya melindungi hak-hak pekerja perempuan, khususnya di sektor informal dan sektor padat karya seperti perkebunan, perdagangan, dan industri rumah tangga. Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan kelapa sawit di wilayah Muara Enim yang telah memelopori penyediaan perlindungan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan kepada 841 pekerjanya.

Sebagai satu-satunya wakil kepala daerah perempuan di Sumsel, Sumarni berharap kehadirannya bersama Bupati H. Edison, S.H., M.Hum., mampu semakin memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja perempuan. Menurutnya, ekonomi inklusif hanya dapat terwujud melalui partisipasi aktif seluruh pihak tanpa batasan gender. (*)

Pos terkait