KATANDA.ID, Palembang – Rangkaian peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) yang terjadi pada 1–5 Januari 1947 di Kota Palembang resmi ditutup, Senin (5/1/2026). Tahun ini, peringatan P5H5M memasuki tahun kelima penyelenggaraan dan dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-69 Tahun 2026.
Peringatan P5H5M 2026 mengusung tema “Dengan Semangat Juang Pertempuran Lima Hari Lima Malam, Kita Lestarikan Cagar Budaya Berbasis Pertahanan.”
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial HUT LVRI ke-69 berupa pemotongan tumpeng di Aula LVRI Jalan Rajawali Palembang, pemutaran film dokumenter P5H5M, diskusi sejarah Pertempuran Lima Hari Lima Malam, hingga penutupan resmi peringatan P5H5M 2026.
Diskusi sejarah P5H5M menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua DPD LVRI Sumsel Dr. Ramses PN.D., MIN, sejarawan Kota Palembang Dr. Kemas Abdul Rachman Panji, S.Pd., M.Si., serta Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel, Ketua Umum Bung Baja Iskandar Sabani, SE., SH., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumsel Kristanto Juniarto, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sulaiman Amin, Ketua Dewan Kesenian Palembang M. Nasir, para veteran, seniman dan budayawan Palembang, jajaran OPD Pemkot Palembang, konten kreator, serta komunitas pemerhati cagar budaya.
Ketua Pelaksana P5H5M, Vebri Al Lintani, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi komunitas sejarah dalam mengenang perjuangan rakyat Palembang melawan agresi militer Belanda.
“Di hari penutupan ini kita menggelar ziarah ke TMP, nonton dan diskusi film P5H5M, serta penutupan acara. Tahun ini kita berkolaborasi dengan Legiun Veteran RI,” ujarnya.
Vebri menjelaskan, selama lima tahun penyelenggaraan, peringatan P5H5M masih didanai secara swadaya oleh komunitas sejarah. Namun ke depan, Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pendanaan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendukung penuh kegiatan ini. Bahkan direncanakan mulai 2027 peringatan P5H5M akan difasilitasi dan didanai melalui APBD Kota Palembang,” katanya.
Ketua DPD LVRI Sumsel, Dr. Ramses PN.D., MIN, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan P5H5M.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya. Mari kita teruskan semangat perjuangan ini agar generasi muda memahami sejarah bangsanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, menegaskan pihaknya siap menyusun anggaran untuk mendukung peringatan P5H5M mulai tahun 2027.
“Kita akan menganggarkan peringatan P5H5M selama lima hari melalui APBD Kota Palembang, tidak lagi menggunakan dana swadaya,” tegasnya.
Menurut Sulaiman, langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Palembang Ratu Dewa serta bertujuan mengangkat potensi wisata sejarah di Kota Palembang.
“Masih banyak jejak perjuangan yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah. Kami optimistis peringatan P5H5M 2027 akan lebih besar dan lebih meriah,” pungkasnya. (*)









