Tarif Air PDAM Bakal Naik 20 Persen

Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat, Anda Wijaya SKom

KATAND.ID, Lahat – Tarif PDAM Tirta Lematang direncanakan naik bulan Juni 2022 sekitar 20 persen. Langkah ini diambil lantaran menindaklanjuti SK Gubernur Sumsel. Selain itu, perusahaan plat merah ini mengaku biaya operasional yang semakin tinggi, membuat mereka harus menutupi biaya defisit setiap bulannya dari tunggakan biaya pemasangan PDAM.

“Kenaikkan di seluruh wilayah kabupaten/kota se Provinsi Sumsel. Saat ini kita terus sosialisasikan kepada pelanggan PDAM diimbangi dengan pelayanan dan distribusi,” kata Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat, Anda Wijaya SKom, Senin (4/4).

Menurutnya, biaya operasional rata-rata mencapai Rp 850-900 juta perbulan. Sementara penerimaan diangka Rp 750-800 juta perbulan. Ditarik dari tagihan rekening yang berjumlah 6000 lebih pelanggan.

“Biaya operasional terdiri dari pembelian bahan bahan kimia untuk menyaring air. Biaya listrik, perbaikan dan biaya operasional pegawai,” kata Anda.

Kata Anda, kenaikan tarif PDAM adalah sesuatu yang lumrah. Apalagi, biaya air PDAM di Lahat tidak pernah mengalami kenaikan sejak 2013 alias belum perubahan. Artinya penyesuaian belum berubah selama sembilan tahun lamanya.

“Kenaikan berlaku serentak. Sementara saat ini kita masih sedang memproses pembentukan peraturan bupati (perbup) tentang tarif PDAM. Oleh bagian hukum dan Pemprov Sumsel,” bebernya.

Dia meminta pelanggan untuk rutin melakukan pembayaran tagihan rekening listrik. Tanpa pelanggan, PDAM tak bisa operasional. “Pelanggan diminta melakukan pembayaran tepat waktu. Karena penerimaan PDAM itu dari pelanggan,” katanya. (SM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ping-balik: Phetchbuncha stadium