KATANDA.ID, Palembang – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Sele Raya Belida (SRB) mulai pengeboran Tajak Sumur SAS-1X formasi Talang Akar yang berada di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Dalam keterangan pers SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) menyebutkan bawah Tajak Sumur SAS-1X dilaksanakan pada Ahad (29/5) pukul 11.00 WIB.
Target pengeboran sumur dengan kedalaman 7500 ft (feet) adalah minyak dan gas di reservoir batu pasir pada Formasi Talang Akar (primary target) serta reservoir Formasi Baturaja, Gumai dan Air Benakat (secondary target). Estimasi cadangan adalah Minyak OOIP 1,04 MMBO dan Gas OGIP 4.82 BCF. Dengan waktu pengerjaan ditargetkan selama 55,5 hari untuk pemboran dan testing.
Tajak pada industri minyak dan gas berdasarkan Pedoman Tata Kerja Tentang Keteknikan Geologi dan Geofisika dari SKK Migas adalah waktu saat mata bor pertama kali dibor/menembus permukaan tanah.
Pengeboran ini ditujukan sebagai upaya untuk penambahan produksi migas nasional dan sebagai usaha untuk mewujudkan cita-cita 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas tahun 2030.
Menurut Security & Public Relation Coordinator Sele Raya Belida Dani Yuliana, proses pengeboran telah berjalan lancar dan dengan sesuai apa yang diharapkan bersama.
“Kami mohon doanya kepada masyarakat sekitar lokasi pengeboran, di Kecamatan Lembak dan Gelumbang mohon bantuan dukungan untuk kelancaran operasional agar dalam pengeboran ini tidak ada halangan berarti,” katanya.
Dani mengharapkan kegiatan pengeboran bisa berjalan lancar dan berhasil, jadi dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui mekanisme dana bagi hasil migas, meningkatkan produksi migas nasional dan masyarakat dapat merasakan efek berganda dari adanya keberhasilan kegiatan hulu migas di daerah,
Sebelumnya, Rabu (18/05) tim SKK Migas dan SKK Migas Perwakilan Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) telah melakukan pengecekan langsung terkait kesiapan peralatan kelengkapan tajak sumur SAS -1X bertempat di Desa Melilian Kecamatan Gelumbang dan Desa Tapus Kecamatan Lembak.
Tim terdiri dari Kepala Divisi Operasional Pengeboran dan Perawatan Sumur SKK Migas Surya Widyantoro, Spesialis Operasi SKK Migas Handoko Prio S dan Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto.
Dengan didampingi dari KKKS Sele Raya Belida, Exploration & Exploitation Manager Doni Argiyanto, Drilling Engineer Yanto Sunarto, Company Man Windarto Setiawan dan Field Ops & General Supervisor Wawan Isworo serta para kepala desa dan unsur Uspika.
Kepala Divisi Operasional Pengeboran dan Perawatan Sumur SKK Migas Surya Widyantoro mengharapkan pengeboran berhasil dan dapat menambah cadangan migas dari wilayah Sumbagsel. (ril/mas)










