Tiga Penghargaan dari Menaker untuk PTBA Tbk

Direksi PTBA Tbk menerima tiga penghargaan dari Menaker. (FOTO : Humas PTBA)

KATANDA.ID, Tanjung Enim – BUMN pertambangan PT Bukit Asam (PTBA) Tbk mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah. Tiga penghargaan langsung diterima direksi anggota MIND ID tersebut.

Dalam keterangan pers resmi PTBA menjelaskan, Menaker Ida Fauziyah memberikan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Kamis (16/6) di kantor direksi di Tanjung Enim.

Bacaan Lainnya

Tiga penghargaan tersebut diserahkan kepada tiga perwakilan PTBA, yaitu PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Tanjung Enim, Unit Pelabuhan Tarahan, dan Unit Dermaga Kertapati berhasil menyabet penghargaan SMK3 Kategori Emas. Unit Pelabuhan Tarahan berhasil mendapat penghargaan Zero Accident.

Menurut Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, penghargaan dari Menaker tersebut merupakan pengakuan bahwa PTBA telah menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan baik sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Menaker dalam amanatnya menyampaikan bahwa pemberian penghargaan K3 terbukti efektif dalam memotivasi stakeholders untuk menerapkan K3 dengan baik. Hal ini terlihat dari perusahaan yang mendapatkan penghargaan Zero Accident tahun 2021 sebanyak 1.268 perusahaan dan tahun 2022 sebanyak 1.742 perusahaan, terjadi peningkatan sebesar 37,4 persen.

Kepada seluruh karyawan PTBA Direktur Utama Arsal Ismail mengharapkan prestasi dan penghargaan yang diraih dapat dipertahankan dan penerapan Sistem Manajemen K3 di PTBA dapat ditingkatkan.

“K3 merupakan salah satu aspek yang wajib diimplementasikan dalam operasional perusahaan. Seluruh kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan selalu mengacu pada prinsip kehati-hatian dan penekanan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan karyawan,” katanya.

Dalam upaya memastikan penerapan standar K3 dan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelaksanaan kegiatan penambangan yang aman, sejak Juli 2010 perusahaan telah mengintegrasikan seluruh sistem operasional yang terkait dengan aspek pengelolaan K3 ke dalam Sistem Manajemen Bukit Asam (BAMS). (ril/mas)

 

Pos terkait