Penghapusan Tenaga Honorer, Wako Pangkalpinang : Pemko Akan Mencari Solusi Terbaik

Sejumlah tenaga honorer Pemko Pangkalpinang berswafoto dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil usai memberikan arahan pada ribuan tenaga honorer di Stadion Depati Amir, Kamis (4/8/2022).

KATANDA.ID, Pangkalpinang – Terkait kebijakan Pemerintah Pusat yang akan melakukan penghapusan tenaga honorer mulai November 2023 mendatang, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil bakal mencarikan solusi dan langkah strategis bagi yang tidak lolos seleksi PNS dan PPPK.

“Sopir, tenaga kebersihan, satuan pengamanan itu outsourcing. Kita akan menyusun langkah strategis penyelesaian non-ASN yang tidak masuk kriteria sebelum November 2023. Bagi memenuhi syarat diikutsertakan seleksi PNS atau PPPK, yakni sisa K2 diutamakan, yang sebelumnya belum diangkat-angkat,” ungkap Maulan Aklil saat memberikan penjelasan dihadapan ribuan tenaga honorer Pemerintah Kota Pangkalpinang di Stadion Depati Amir Kota Pangkalpinang, Kamis (4/8/2022).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Maulan Aklil, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendataan seluruh tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Gerakan kita kalem, tapi mendata terus. Saya siap jadi komandanya langsung,” katanya.

Dijelaskannya, kebijakan penghapusan tenaga honorer adalah kebijakan pemerintah pusat sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, Surat Men-PAN RB tentang Status Kepegawaian dan Surat Men-PAN RB tentang Pendataan Tenaga Non-ASN di lingkungan instansi pemerintah terkait penghapusan jenis kepegawaian, tidak melakukan perekrutan dan melakukan pendataan.

“Seperadik kami, rekan kami, sahabat, abangda, ayahanda, bunda, dalam kondisi hari ini kita sama-sama hadir disini saya tegaskan, bismillah tidak ada niat apa-apa, tidak ada niat politik, macam-macam. Ini demi masa depan honorer ku, saya tegaskan honorer di Pangkalpinang harus mendapat informasi yang benar”, ungkap Maulan Aklil atau akrab disapa Molen yang disambut riuh tepuk tangan ribuan honorer Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Kepala Daerah yang mengawali kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut menerangkan, tidak ada permainan apa-apa perihal pengangkatan PPPK. Ia menegaskan, berbuat untuk tenaga honorer hanya mengharapkan ridho Allah SWT dan mendapatkan surga-Nya.

“Tidak ada dusta diantara kita, tidak ada wani-wani piro pengangkatan PPPK, Molen disini selagi ku wali kota, ku pengen masuk surga karena honorer ini, Jangan coba-coba ada permainan curang di Pangkalpinang. Hari ini Molen sampai detik ini, dak pernah minta uang untuk pengangkatan honorer di Pangkalpinang. Kedepan juga begitu, jangan coba-coba, lapor saya kalo ada yang main-main pelico, lapor saya”, tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Molen menerangkan bahwa ia telah memiliki pengalaman mengurusi tenaga honorer, ia pernah menjadi yang terbaik se-Indonesia kala diamanatkan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pemerintah Kabupaten OKI. Saat menjadi Pj Bupati Kabupaten OKU, ia menceritakan banyak tenaga honorer yang menangis melepas tugasnya sebagai penjabat Bupati tersebut. Saat ini, ia ingin melakukan hal yang sama sebagai kenang-kenangan di kampung halamannya yakni Pangkalpinang.

“Hari ini kite sama rata, sama rasa, kalo mau diangkat hilangkan iri dengki, taipau segala macam. Ku minta semua, bersihkan hati ini, buang iri dengki, berpikir negatif, yakinlah bukan hari ini saya ngurus masalah honorer. Jangan cerudik, jangan dak kawa nyusah”, ujar Molen.

Pasca penyampaian, Wali Kota Molen membuka seluas-luasnya tanya jawab bersama ribuan tenaga honorer di Pemerintah Kota Pangkalpinang. Pada sesi tersebut, terdapat banyak tenaga honorer yang antusias untuk bertanya dan saling lempar candaan kepada orang nomor satu di Kota Beribu Senyuman. (ril/jon)

Pos terkait