PTBA Lestarikan Habitat Burung Migran dan Mangrove di Sumsel

Burung Migran dari Siberia, Rusia singgah di TN Berbak Sembilang. (FOTO : Humas PTBA)

KATANDA.ID, Palembang – PT Bukit Asam (PTBA) Tbk merealisasikan kepeduliannya terhadap kelestarian alam di Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Pulau Alanggantang dalam area Taman Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) yang terletak di Pantai Timur Sumatera.

Bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Berbak Sembilang (BTNBS) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi, PTBA turut berperan dalam memulihkan kondisi lingkungan Pulau Alanggantang.

Bacaan Lainnya

“Sejak 2021, PTBA melakukan penanaman mangrove sebagai langkah Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 300 hektar (ha) di pulau ini,” kata VP (Vice President) Pengelolaan Lingkungan dan Penunjang Tambang PTBA Amarudin, Senin (26/12).

Menurutnya, hutan mangrove memiliki peranan sangat penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. PTBA bekerjasama dengan Balai TNBS dan BPDAS Musi mengupayakan rehabilitasi sebagai bentuk usaha menjaga maupun mengembalikan fungsi ekosistem hutan mangrove baik dari segi fisik, biologi, ekologi maupun sisi ekonomi sehingga dapat berfungsi optimal.

Untuk penanaman tahap pertama PTBA mempersiapkan 994.851 batang bibit disiapkan. Jenis tanaman yang digunakan berkombinasi jenis Bakau (Rhizopora spp.) dan jenis Api Api (Avicennia spp.) Metode rehabilitasi penanaman yang diterapkan yakni dengan kerapatan 3.300 batang/ha.

Karyawan PTBA menanam rehabilitasi mangrove di Pulau Alanggantang.

Rehabilitasi hutan mangrove selain bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, juga mendukung pengembangan ekowisata di Pulau Alanggantang, yang sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dalam hal kegiatan pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan lainnya.

“Selain itu rehabilitasi mangrove ini juga untuk menyediakan area persinggahan bagi ribuan burung migran dari Siberia, di Rusia yang singgah di hutan mangrove Pulau Alanggantang. Burung-burung tersebut singgah untuk mencari makan di hutan mangrove yang lestari di pulau ini. Dari Pulau Alanggantang dan kawasan TNBS ribuan burung migran tersebut akan terbang menuju ke Australia. Pemandangan ribuan burung ini bisa dilihat dan dijumpai pada Oktober hingga Februari setiap tahun,” ujar Amarudin.

Menurut Amarudin, fenomena burung migran ini menarik minat banyak wisatawan untuk datang ke Pulau Alanggantang. Masyarakat sekitar turut diuntungkan karena kunjungan wisatawan yang menggerakkan perekonomian masyarakat.

Untuk bisa menjangkau Pulau Alanggantang atau Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Banyuasin membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan darat dari Palembang lalu dilanjutkan berpindah ke moda angkutan sungai berlayar sekitar 2,5 jam menggunakan speedboat untuk mencapai lokasinya.

Hutan mangrove di kawasan TNBS dulu sempat mengalami kerusakan akibat kebakaran pada 1994-1997 silam. Berkat restorasi, Pulau Alanggantang kini kembali asri dan ditumbuhi hamparan mangrove.

Melalui kerja sama dengan Balai TNBS dan Balai PDAS bersama PTBA turut berperan dalam memulihkan kondisi Pulau Alanggantang. Menurut Pengelolaan Lingkungan dan Penunjang Tambang Amarudin, sejak 2021, PTBA melakukan penanaman mangrove sebagai langkah Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 300 hektar (ha) di pulau ini.

Tak hanya bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, Rehabilitasi DAS yang dilakukan PTBA juga mendukung pengembangan ekowisata di Pulau Alanggantang. Dalam pelaksanaan Rehabilitasi DAS, PTBA juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dalam hal kegiatan pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan lainnya.

Program Nasional

“Rehabilitasi mangrove merupakan program nasional yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Program ini menjadi salah satu pilar dalam upaya pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan untuk mendukung pengembangan ekowisata di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujar Amarudin

Penanaman mangrove juga merupakan wujud komitmen PTBA untuk melakukan dekarbonisasi. Sejalan dengan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Sesuai juga dengan tujuan mulia (noble purpose) PTBA sebagai anggota holding BUMN pertambangan MIND ID yakni menambang untuk membangun peradaban, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan yang lebih baik (We explore natural resources for civilization, prosperity, and brighter future).

Menurut Apollonius Andwie Sekretaris Perusahaan PTBA, hingga Oktober 2022  BUMN tambang batu bara ini telah melakukan Rehabilitasi DAS di 33 desa yang tersebar pada 4 kabupaten, yaitu Muara Enim (Sumatera Selatan), Lahat (Sumatera Selatan), Banyuasin (Sumatera Selatan), dan Kulonprogo (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Total areal Rehabilitasi DAS di 33 desa tersebut mencapai 5.197 hektar (ha). Areal yang telah diserahterimakan ke KLHK dan pemangku kawasan sebesar 453 ha. Kemudian 4.744 ha dalam tahap persiapan, penanaman dan pemeliharaan. Jumlah pohon yang ditanam untuk Rehabilitasi DAS mencapai 3.853.828 batang. (ril/mas)

 

Pos terkait