Bukit Selabu Desa Cantik di Muba

Pj Bupati Muba Apriyadi mencanangkan Desa Cantik di Muba beberapa waktu lalu. (FOTO : Dinkominfo Muba)

KATANDA – Dalam acara peluncuran Reformasi Birokrasi BPS Tahun 2023 dan Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 di Jakarta, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, “Desa harus memiliki kapabilitas dalam pengelolaan dan pemanfaatan data, sehingga BPS berupaya memberikan pelatihan terkait data kepada pemerintah tingkat desa.”

“Saya bayangkan jika desa memiliki kapabilitas di bidang statistik, termasuk menjaga kemutakhiran data dan memanfaatkan data yang ada di desa, segala kebutuhan desa bisa dipenuhi,” kata Margo Yuwono.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pada 2022, BPS sudah memberikan pembinaan statistik kepada 2.262 desa di seluruh Indonesia. Harapannya, desa memiliki kapabilitas di bidang statistik.

BPS juga telah membuka Pojok Statistik yang kolaborasi dengan civitas akademika dalam peningkatan literasi dan pemanfaatan data sampai tingkat desa pada 2022. Upaya ini dilakukan agar literasi statistik dan pemanfaatan data bisa dikembangkan di setiap kampus.

Dari 2.262 desa di seluruh Indonesia yang mendapat pembinaan statistik oleh BPS tersebut salah satunya ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan. Desa tersebut adalah Desa Bukit Selabu di Kecamatan Batanghari Leko. Desa yang berjarak sekitar 50 km dari Sekayu (ibu kota Kabupaten Muba) sukses meraih Penganugerahan Desa Cantik Award 2022.

Penghargaan Desa Cantik Tahun 2022 tersebut diberikan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas bersama Kepala BPS RI Margo Yuwono kepada Penjabat (Pj) Bupati Muba Apriyadi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba Herryandi Sinulingga AP.

Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP menerima penghargaan Anugerah Desa Cantik Award 2022 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.

“Kita patut bangga dan bersyukur Desa Bukit Selabu tampil sebagai penerima Anugerah Desa Cantik Award 2022 kategori Desa Berkembang. Salah satu desa di Muba mampu berprestasi di tingkat nasional,” kata Sinulingga.

Menurut Herryandi Sinulingga, Pj Bupati Muba akan terus dorong seluruh desa dan kelurahan yang ada untuk dapat menampilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bahan mengambil kebijakan untuk pelaksanaan pembangunan. “Seperti Data Percepatan Penanganan penurunan angka kemiskinan dan stunting semuanya dilakukan pendampingan bersama tim BPS Muba terkait penyediaan dan pengolahan data statistik desa,” ujarnya.

Mengapa harus diberi nama Desa Cantik? Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, desa merupakan ujung tombak pembangunan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, dimana program pemerintah melalui BPS dengan Program Desa Cantik. Desa Cantik itu artinya Desa Cinta Statistik mendata dari desa untuk mewujudkan satu data Indonesia,” kata Sinulingga.

Selain Desa Cantik Award,  menurut Kepala BPS Margo Yuwono, lembaga yang dipimpinnya juga terus berusaha melaksanakan literasi statistik dan pemanfaatan data. “Dua pilar ini sebagai penyangga untuk mempercepat terwujudnya platform digital Regsosek atau Registrasi Sosial Ekonomi yang akan siap dibagi-pakaikan,”

Memang orang desa butuh statistik? Bukankah statistik hanya dibutuhkan oleh mereka yang ada di dalam kampus atau tengah menjalani pendidikan atau di Biro Pusat Statistik?

Merujuk pada UU No.16 Tahun 1997 tentang Statistik, menyebutkan bahwa BPS melakukan kerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat dalam melakukan pembinaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan statistik agar dapat meningkatkan kontribusi serta apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional (SSN), dan berperan dalam pembangunan nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan BPS adalah dengan menyusun program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) guna mendukung tujuan Satu Data Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI). Desa Cantik menjadi bagian dari salah satu Quick Win BPS sebagai pembina statistik sektoral.

Ada banyak fokus yang bisa dilakukan dengan program Desa Cinta Statistik. Seperti optimalisasi pada Sistem Informasi Desa yang berbasis masyarakat, sehingga desa dapat menyusun dan menghasilkan data yang bersifat mikro dengan by name, by address sehingga perencanaan pembangunan desa dapat dilaksanakan dengan lebih tepat sasaran.

SDI sendiri bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data baik yang dihasilkan oleh instansi pusat maupun instansi daerah dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan. Selain dari untuk mengatur tata kelola data, pengaturan SDI juga memiliki tujuan dalam ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan serta mudah diakses.

Statistik atau Statistika?

Mengutip Suharyadi Purwanto dalam “Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern,” (2003), statistika memiliki sejarah yang panjang dalam sejarah peradaban manusia. Pada jaman sebelum masehi, bangsa-bangsa di Mesopotamia, Mesir, dan Cina telah mengumpulkan data statistik untuk memperoleh informasi tentang berapa pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk, berapa hasil pertanian yang mampu diproduksi, berapa cepat atlet lari dan sebagainya. Pada abad pertengahan, lembaga Gereja menggunakan statistika untuk mencatat jumlah kelahiran, kematian, dan perkawinan.

Dalam perkembangannya, tahun 1950-an, statistika memasuki wilayah pengambilan keputusan melalui proses generalisasi dan peramalan dengan memperhatikan faktor risiko dan ketidakpastian. Seorang ahli statistik H. G. Wells tahun 1800-an sudah meramalkan. Menurutnya, “Berpikir secara statistika suatu saat akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian yang sangat diperlukan dalam masyarakat yang efisien, seperti halnya kebutuhan manusia untuk membaca dan menulis.”

Di dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi, statistika dikenal sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Atau statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.

Jenis-jenis statistika statistik dibedakan ke dalam dua golongan, yaitu: 1) Statistik Deskriptif (Descriptive Statistics) dan 2) Statistik Inferensial (Inferential Statistics). Kemudian statitiska tersebut manfaatnya: Pertama, statistika digunakan untuk menyusun, meringkas atau menyederhanakan data.

Kedua, statistik berkaitan dengan metodologi dan inferensi (penarikan kesimpulan) secara statistika dan; Ketiga, dengan pengetahuan mengenai statistika peneliti dapat menetapkan metode yang terbaik dalam penarikan kesimpulan (inferensi) sesuai dengan teknik penarikan sampel tertentu.

Istilah ‘statistika’ dalam bahasa Inggris: statistics berbeda dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.

Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas.Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan. Seperti sensus penduduk yang sudah dikenal luas dalam masyarakat. Dalam masyarakat juga dikenal aplikasi statistika yang digunakan dalam jajak pendapat atau polling, dalam politik digunakan menjelang atau saat pemilu dan pemilihan kepala daerah (pilkada). Masyarakat akrab dengan istilah quick count atau hitung cepat.

Pada negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Ada yang mengatakan, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya.

Jepang salah satu model negara yang berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat. Ilmu statistika tersebut digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini.

Pembangunan dan Statistik

Dalam program pembangunan desa, program yang digulirkan pemerintah banyak menyasar pembangunan di desa. Data yang dirilis BPS berdasarkan Pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 ada 75.436 desa yang terdiri dari kategori Desa Berkembang sebanyak 54.879 desa atau 74,49 persen. Kategori Desa Mandiri sebanyak 5.606 desa atau 7,43 persen, kemudian kategori Desa Tertinggal sebanyak 14.461 desa atau 19,17 persen.

Khusus di Muba berdasarkan “Statistik Daerah Kabupaten Musi Banyuasin 2022” ada 230 desa dan 13 kelurahaan yang berada pada 15 kecamatan. Salah satunya adalah Desa Bukit Selabu di Kecamatan Batanghari Leko yang menjadi Desa Cantik dan meraih penghargaan pada 2022.

Patut diakui bahwa statistik mempunyai peranan yang penting bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam pembangunan nasional.

Statistik sebagai informasi telah menjelma menjadi kebutuhan masyarakat khususnya mereka yang ada dalam pemerintahan sebagai operator pembangunan seiring meningkatnya kebutuhan dan ragam informasi yang berkembang dalam kemajuan kehidupan bangsa, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatnya permintaan data oleh instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah, lembaga swasta, dan masyaraka.

Sesuai dengan UU No 16 tahun 1997 tentang Statistik, Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Statistik dan Peraturan Presiden No 51 Tahun 1999 tentang BPS, Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga penyelenggara statistik dasar yang melaksanakan kebijakan nasional di bidang statistik dengan memperhatikan aspirasi, serta kebutuhan, dan peran serta pengguna statistik sehingga hasil statistik yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat

Statistik atau data statistik sangat dibutuhkan untuk pembangunan. Buktinya, kelahiran Peraturan Presiden (Perpres) No 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI) tidak terlepas dari keresahan Presiden Joko Widodo tentang sulitnya mendapatkan data yang benar ketika dibutuhkan pemerintah dalam merancang kebijakan publik yang strategis.

Mengutip Agus Manshur Perencana Ahli Madya Direktorat Proyek Strategis Nasional, Kementerian PPN/Bappenas dalam “Satu Data, Big Data dan Analatika Data: Urgensi Pelembagaan, Pembiasaan dan Pembudayaan” (2021), kesulitan mendapatkan data tersebut ada empat kemungkinan: Pertama, data yang dibutuhkan memang benar-benar tidak tersedia di kementerian/lembaga dan instansi daerah.

Kedua, tersedia beberapa versi data untuk “objek data” yang sama di beberapa kementerian/lembaga dan instansi daerah, yang saling bertabrakan dan saling menegasikan satu sama lainnya.

Ketiga, data yang tersedia diragukan validitas dan kualitasnya – terkait kaidah penyusunannya maupun regularitas pemutakhirannya – sehingga agak sulit dan dilematis untuk dijadikan bahan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Keempat, data yang tersedia tidak bisa saling diakses dan digunakan antar kementerian/lembaga ataupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dengan adanya Desa Cantik maka ini akan mendukung pemerintah di tingkat kabupaten dan kota dalam merencanakan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Desa Cantik di seluruh Indonesia juga sekaligus akan mempercepat dan mendukung Satu Data Indonesia (SDI).

Menurut Agus Manshur, dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, ada dua substansi yang paling esensial, yaitu pertama, adanya perbaikan kaidah penyusunan data, dan kedua, adanya keinginan membangun fondasi kuat untuk mewujudkan praktik keterbukaan data (transparency) dan saling bagi pakai data (interoperability) diantara institusi pemerintahan.

Desa Cantik Bukit Selabu dalah salah satu bentuk dukungan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendukung Satu Data Indonesia (SDI). (maspril aries)  

Pos terkait