KATANDA.ID, Jakarta – Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi diwakili Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kabupaten Muba Dicky Meiriando mengikuti mengikuti Seminar Ketahanan Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) bekerjasama dengan United Cities & Local Governments (UCLG ASPAC).
Seminar yang berlangsung akhir pekan lalu mengusung tema “Kerjasama Jejaring Daerah Untuk Penguatan Global Value Chain dan Global Supply Chain ASEAN” berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta.
Menurut Dicky Meiriando keikutsertaan Kabupaten Muba pada seminar Lemhanas dan UCLG ASPAC tidak terlepas dari upaya merealisasikan gagasan Muba menjadi Green Global Regency (Kabupaten Global Hijau).
“Pemerintah Kabupaten Muba melalui Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba akan memanfaatkan peluang-peluang yang ada pada Association of South East Asian Nations Connectivity atau Asean Connectivity”, katanya, Ahad (22/10).
Dicky Meiriando menjelaskan gagasan Green Global Regency ini bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Muba menjadi pusat perekonomian hijau yang mempunyai jejaring secara global.
“Optimis gagasan ini dapat terealisasi, mengingat sejak 2017 Muba telah mendeklarasikan diri menjadi Kabupaten Lestari dan tahun 2021 Muba telah memiliki Perda Muba Hijau yang menjadi payung hukum dalam melaksanakan pembangunan ekonomi hijau, serta pada tahun yang sama telah mendeklarasikan Visi Global Muba yakni menjadi ibukota dunia untuk energi berkelanjutan pada tahun 2030 kemudian bergabung dengan asosiasi global pemerintah daerah yakni UCLG ASPAC”, katanya.
Menurutnya, guna merealisasikan gagasan tersebut sangat dibutuhkan adanya kerjasama dengan daerah di luar negeri. “Setidaknya dapat diawali dengan adanya kerjasama dengan pemerintah daerah di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Muba akan masuk dalam ASEAN Connectivity melalui fasilitasi dari UCLG ASPAC”.
ASEAN Connectivity sendiri berfokus pada tiga dimensi, meliputi konektivitas fisik (physical connectivity), konektivitas kelembagaan (institutional connectivity), dan konektivitas antar masyarakat (people to people connectivity).
“Ke depan Pemkab Muba akan memanfaatkan peluang yang ada di ASEAN Connectivity untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan pemerintah daerah di negara-negara Asean guna mendukung terwujudnya Kabupaten Muba menjadi salah satu pusat perekonomian hijau di kawasan Asia Tenggara,” kata Kepala Bagian Kerjasama Pemkab Muba Dicky Meiriando
Melalui UCLG ASPAC yg saat ini terdapat 47 pemerintah daerah dan 13 asosiasi pemerintah daerah di kawasan Asia Tenggara yang telah bergabung dalam UCLG ASPAC dan menjadi Sekretariat Asean Mayor Forum.
“Melalui UCLG ASPAC kami harapkan memfasilitasi Pemkab Muba masuk dalam Asean Connectivity dan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah di negara-negara Asean dalam rangka mewujudkan Green Global Regency”, kata Dicky. (ril/mas)









