Pengamat Politik Bagindo : Jokowi Telah Kecewakan Rakyat

Pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar.

KATANDA.ID, Palembang – Pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar menyebut putusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencalonkan anaknumya Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto merupakan putusan yang tidak masuk akal dan mengecewakan rakyat Indonesia.

Bagindo menuturkan, Jokowi tidak hanya mengecewakan rakyat Indonesia, namun juga menggali kuburannya sendiri, karena mempertaruhkan reputasi dan nama baiknya.

“Tidak hanya mengecewakan, tapi juga menggali kuburannya sendiri. Segeralah diperiksa ke psikiater. Beneran, serius ini. Pasti ada sesuatu dengan kejiwaaanya,” jelasnya.

Bagindo mengatakan, apa yang dilakukan dan direncanakian oleh Jokowi menurutnya sudah tidak masuk akal. Jokowi yang telah mencapai puncak prestasi, justru mempertaruhkan prestasinya untuk kepentingan yang menurutnya tidak masuk akal.

“Istilahnya kata orang Palembang itu rusak tuo, di ujung tuanya dia rusak. Di saat menua kita merusak prestasi kita. Kan nggak sampai setahun lagi habis masa jabatan beliau, kenapa membuat keputusan politik yang menurut aku sangat blunder. Ini sepertinya seolah-olah ada agenda-agenda atau target-target mega skandal yang perlu dilindungi pascabeliau tidak berkuasa,” katanya.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres dan cawapres, serta majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres Prabowo, menimbulkan polemik dan kegaduhan di tanah air. Putusan MK dinilai kontroversial dan mengandung unsur konflik kepentingan, sebab Ketua MK Anwar Usman merupakan adik ipar Presiden Jokowi atau paman dari Gibran.

Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar menilai, Presiden Jokowi sengaja ingin memperpanjang masa kekuasaan dengan mendorong putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bacawapres pada Pilpres 2024. Pengamat yang dikenal vokal dan kritis ini juga mengkritik keluarga Jokowi dan Prabowo.

Menurutnya, Jokowi, Gibran, Kaesang, dan juga Prabowo harus diperiksa kesehatan mentalnya. Sebab, di akhir masa jabatannya, Jokowi justru melakukan berbagai cara untuk memperpanjang kekuasaannya, termasuk dengan menggunakan anak sulungnya.

“Mohon maaf, keluarga Jokowi ini perlu ke psikiater, Pak Jokowi, Gibran, Kaesang, dan Prabowo. Ini perlu diperiksa oleh tim kesehatan khsusus psikiater, ini saran saya ya. Mohon maaf ya, ini terus terang saja ya,” kata Bagindo saat dihubungi, Kamis (3/11/2023).

Bagindo juga kecewa dan mempertanyakan sikap istri Jokowi, Iriana yang menurutnya sebagai seorang istri dan ibu semestinya mengingatkan kepada Jokowi dan anak-anaknya agar jangan sampai melukai hati masyarakat dan mendapat citra buruk masyarakat karena dianggap mengejar kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

“Anehnya ini Ibu Iriana juga tidak melakukan intervensi, harusnya Bu Iriana ini kalau memang sayang kepada anak dan suaminya mengingatkan, ini kok seolah-olah dibiarkan. Padahal, ini taruhannya besar, kalau mereka kalah tamat karir keluarga dinasti Jokowi,” jeasnya.

Dia menambahkan, keinginan Jokowi untuk melanggengkan kekuasannya sudah menjadi rahasia umum. Setelah gagal dengan skenario tiga periode, Jokowi diduga ingin melanjutkan kekuasaannya melalui Gibran dengan menabrak konstitusi.

“Kan sudah terkuak, bahwa beliau ingin tiga periode. kemudian ada kinginan untuk menabrak konstitusi, ini kan sudah tidak bisa diterima. Ini kan nggak sehat beliau, Di tengah kebersahajaan beliau, beliau mampu memimpin dengan baik. Kok tiba-tiba seperti ini, psikopat lah beliau ini,” katanya.

Padahal, menurutnya, Gibran sama sekali belum pantas untuk maju menjadi kontestan pilpres. Bagindo bahkan menyebut, pengalaman Gibran juga belum cukup mumpuni untuk bertanding di level nasional.

“Untuk pemilihan lurah saja belum tentu bisa memenuhi, memang prestasinya dia apa. Bahkan, kalau diadakan pemilihan kades, belum tentu dia terpilih. Apa prestasinya? prestasinya di Kota Solo itu sudah ditangani ketika dipimpin Pak jokowi dan Pak Rudy. Kota Solo itu dibuat auto pliot saja sudah bagus, sudah jalan, nggak perlu seorang Gibran. Jadi nggak ada prestasinya, nggak ada yang bisa ditonjolkan kecuali anak presiden,” ujarnya.

Begitu juga dengan, Prabowo yang sudah mempunyai bekal elektabilitas tinggi justru memilih Gibran sebagai bacawapresnya. Hal itu menurutnya tidak masuk akal.

“Saya sekarang ini jadi ilfeel. Kok kayak nggak punya confident, nggak punya kepercayaan diri. Seorang jenderal kok nggak punya kepercayaan diri,makanya tiga orang ini perlu diperiksa,” imbuhnya.

Pos terkait