Tegas, Dandim 0406: Tetap Menjaga Netralitas TNI

Dandim 0406 Letkol Inf Kunto Adi Setiawan.

KATANDA.ID, Lubuklinggau – Dandim 0406 Letkol Inf Kunto adi setiawan siap membantu tugas kepolisian dalam mensukseskan pemilu 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kunto Adi setelah coffe morning dengan jurnalis media centre (JMC) “Kami siap mendukung tugas dari kepolisian untuk masalah pengamanan pemilu.

“Kami juga sudah mengerahkan babinsa yang ada di bawah kendali Koramil dibawah komando Kodim 0406 Lubuklinggau,” ujar pemuda kelahiran Yogyakarta ini.

Menurutnya, pemilu 2024 harus bersinergi berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam hal pengamanan dan berupaya untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam rangka mengamankan pemilu serta menjunjung netralitas TNI selama pelaksanaan pemilu kedepan.

“Untuk atensi pengamanan pemilu di tiga wilayah, untuk Muratara akan lebih intensif karena pengalaman kemarin dalam pemilihan pilkades ada perselisihan paham mengakibatkan kendala dalam penghitungan suara dipilkades,” ucap Kunto Adi lulusan Akmil 2004 ini.

Antisipasi terhadap kemungkinan keluarga anggota TNI yang ikut caleg atau keluarganya calon, Dandim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Kunto Adi Setiawan dengan tegas saat ini data di kami untuk anggota keluarga TNI yang ikut caleg dan lain sebagainya tidak ada.

“Untuk keluarga prajurit Kodim 0406 maupun keluarga istri prajurit tidak ada yang ikut caleg,” bebernya.

Kami tetap berpedoman bahwa tidak boleh atau tidak ada memanfaatkan sarana dan prasarana berasal dari Kodim untuk pelaksanaan kampanye baik itu menggunakan kendaraan militer, kendaraan dinas, dalam rangka mendukung kegiatan kampanye tersebut.

Terkait dengan netralitas TNI sendiri Kunto adi juga menegaskan apabila ada anak buahnya indikasi tidak netral dilapangan maka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yang bersangkutan kami proses tentunya dipintai dulu keterangan klarifikasinya.

“Kami akan menyesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku apabila ada prajurit yang terbukti tidak netral di lapangan,” tegasnya.

Saat ditanya ketika ada intimidasi dari TNI kepada pemilih, dijawab Kunto Adi dengan lantang. “Sampai saat ini tidak ada intimidasi dari pihak TNI kepada pemilih harus memilih salah satu caleg atau capres tertentu,” tegasnya lagi.

“Untuk pemilu ini tidak ada sama sekali intimidasi, kami tetap menjaga netralitas TNI, tidak memihak salah satu calon dan sebagainya,” ungkapnya.

Tetap, yang kami prioritaskan adalah untuk menuju suasana kondusif aman, nyaman untuk membantu tugas kepolisian dalam pengamanan pemilu.

Sekali lagi tidak ada interpensi dari TNI untuk memilih suatu caleg atau capres tertentu. “Kami tetap profesional tetap menjunjung netralitas TNI,” ujarnya.

Untuk purnawirawan mantan dari TNI juga tidak boleh menggunakan atribut TNI saat berkampanye atau memasang baliho menggunakan atribut TNI.

“Tentunya kami dari pihak TNI akan meminta klarifikasi terkait menggunakan atribut TNI dan juga tentunya Bawaslu menindak tegas kalau ada purnawirawan yang berkampanye mengunakan atribut TNI atau fasilitas berkampanye, jangan sampai ada anggapan TNI memihak kepada pasangan tertentu,” tutup Dandim 0406. (mil)

Pos terkait