KATANDA.ID, Lubuklinggau – Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini kepala bagian ekonomi Kota Lubuklinggau bekerjasama dengan Bank Indonesi BI Sumatera Selatan mengadakan operasi pasar murah.
Kegiatan operasi pasar murah dalam rangka pengendalian inflasi daerah untuk menyambut Natal dan tahun baru dilaksanakan di taman Makam Pahlawan Patria Bukit Sulap, Kecamatan Barat II.
Pj Wali Kota Lubuklinggau Trisko Defriyansa didampingi Ibu Pj Ketua TP PKK Henita andriani Trisko bersama Kapolres, Kasdim dan Opd Lubuklinggau menyampaikan pada kesempatan ini kegiatan operasi pasar murah tahap kedua Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Kabag Ekonomi bekerjasama dengan Bank BI Sumsel.
Untuk kegiatan pasar murah itu sendiri selama empat hari berturut turut di delapan kecamatan.
“Alhamdulillah untuk inflasi Kota Lubuklinggau ini relatif terkendali memang secara kebijakan nasional untuk kabupaten kota itu angkanya 1,15 sampai dengan 3,5 %,” bebernya.
Untuk Kota Lubuklinggau berada pada posisi di angka 2,53 %, posisi ini tentunya dibandingkan 24 kota di Sumatera. “Kita peringkat dalam kondisi yang baik karena yang tertinggi ini besar inflasinya 5,43 % yang terendah 1,65%,” jelasnya.
“Alhamdulillah kita pada posisi yang baik di tengah di 2,53 %, tapi kita sesuai dengan arahan Pak Presiden dan menteri dalam negeri harus waspada terhadap gejolak harga ketika menghadapi Natal dan Tahun Baru,” sambungnya.
Kemarin satu minggu yang lalu di hari Kamis lalu untuk operasi pasar nataru putaran pertama sudah dilaksanakan delapan Kecamatan, dari delapan kecamatan ini kami mengevaluasi kembali terkait dengan komoditi apa yang memang berkontribusi pada tataran inflasi dan deflasi.
Ia menyebut, pada tataran inflasi masih menyumbang di kondisi beras kemudian rokok dan Bawang sedangkan deflasi itu berkontribusinya di cabe baik cabe merah cabe rawit dan lain sebagainya.
“Untuk operasional pengadaan kegiatan pasar murah ini dibantu oleh pihak bank Indonesia Sumsel, makanya kita menempatkan logo Bank Indonesia pada kegiatan sembako murah ini dan kita berterima kasih apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia Sumsel selaku bagian dari tim pengendalian inflasi daerah Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya.
Melalui Bulog, setiap operasi pasar minimal 80 ton bahkan bisa sampai 100 ton untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dengan harga yang beras SP HP itu kisaran rp10.500 selalu rata-rata kalau di pasaran beras ini sekitar 13 ribuan sampai dengan 15.000-an, tutup Trisko Defriyansa.
Hadir pada operasi pasar murah Pj ketua TP PKK Hj Henita Andriani Trisko,Kapolress Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha,Kasdim Mayor Inf Nur Sigit Prasetya,Kadisperindag Medolin sapta windu,Kadissosial Hasan andrian Uy,Kadisperkim Febrio Fadillah,Kaban Inspektorat. (mil)









