Tutup DKG 7th, Herman Deru Optimistis QRIS Perkuat Ekonomi Digital Sumsel

KATANDA.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus menutup rangkaian kegiatan Closing Ceremony Gemilang Raya X Digital Kito Galo (DKG) 7th yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Sumsel di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Minggu (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sumsel beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Digital Kito Galo ke-7 sebagai upaya mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, seluruh penyelenggara, mitra perbankan, pelaku UMKM, komunitas digital, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan menyukseskan rangkaian kegiatan DKG ke-7 Tahun 2026,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan kegiatan menjadi bukti semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Berbagai agenda, seperti edukasi, pameran UMKM, promosi QRIS, layanan keuangan digital, perlombaan, hingga talkshow, dinilai efektif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital di Sumsel.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Digital Kito Galo tahun ini juga menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi digital Sumsel terus berkembang seiring dengan kondisi ekonomi daerah yang tetap tumbuh positif.

Herman Deru menjelaskan, pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Sumsel mampu tumbuh sebesar 5,34 persen (year on year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp185,12 triliun. Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali di angka 2,61 persen (year on year).

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui percepatan digitalisasi transaksi di berbagai sektor.

Ia mengungkapkan, penggunaan QRIS di Sumsel menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 1,48 juta pengguna, didukung lebih dari 1,1 juta merchant, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Sumsel semakin percaya dan terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, aman, dan efisien. Namun demikian, capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan kita, melainkan awal dari langkah yang lebih besar untuk memperluas digitalisasi ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Herman Deru berharap hasil penyelenggaraan Gemilang Raya X Digital Kito Galo 7th mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penggunaan transaksi digital di Sumsel. Di antaranya meningkatnya jumlah pengguna QRIS di seluruh kabupaten dan kota, bertambahnya merchant QRIS, khususnya dari sektor UMKM, pasar tradisional, pariwisata, dan usaha mikro, meningkatnya literasi serta kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital, bertambahnya transaksi nontunai pada layanan publik, serta terbangunnya ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Ia optimistis jumlah pengguna QRIS di Sumsel akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat ekonomi digital.

“Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, kita tidak hanya mendorong kemudahan transaksi, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar UMKM, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, penyedia jasa pembayaran, dunia usaha, akademisi, komunitas digital, hingga masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen untuk terus mendukung percepatan digitalisasi daerah melalui penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, perluasan penggunaan transaksi nontunai, serta pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Menutup sambutannya, Herman Deru kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Gemilang Raya X Digital Kito Galo 7th.

“Semoga seluruh hasil dan semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan Sumsel sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan digital terdepan di Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel dan Kota Palembang atau yang mewakili, serta tokoh masyarakat dan budayawan Sumsel, di antaranya Helmy Yahya dan Anwar Fuady. (*)

Pos terkait