30 Hektare Kebun Raya Sriwijaya Terbakar, Gambut Dalam Jadi Kendala

KATANDA.ID, Palembang – Sekitar 30 hektare lahan kawasan kebun raya sriwijaya di kecamatan Indralaya Utara, kabupaten Ogan Ilir, mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk sementara baru itu, sekitar 30-an hektare yang terbakar,”kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto.

Ferdian menyebutkan besarnya area yang terdampak bukan menjadi satu-satunya persoalan bagi tim pemadam. Karakteristik lahan yang didominasi gambut dalam membuat api sulit dituntaskan, meski ketersediaan air di lokasi masih dinilai mencukupi.

“Untuk sementara baru itu, sekitar 30-an hektare. Gambut dalam dan bahan bakaran melimpah. Kalau air masih cukup, namun butuh waktu karena gambut tadi. Harus benar-benar memastikan aman dan tuntas,” ujar Ferdian.

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut memiliki karakter berbeda dengan kebakaran di permukaan tanah mineral. Api dapat merambat dan bertahan di lapisan bawah permukaan, sehingga bara yang tidak terlihat berpotensi kembali memicu kebakaran.

Di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, kedalaman lapisan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu meter. Kondisi tersebut juga membuat asap dapat terus muncul meski kobaran api di permukaan telah berhasil ditekan.

“Tanahnya bersifat gambut sehingga susah dipadamkan. Bahkan ke dalam gambut di wilayah tersebut sekitar satu meter, jadi susah menghilangkan asap,” katanya.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan dua regu Manggala Agni. Satu regu berasal dari Daops Banyuasin, Sumatera Selatan, sedangkan satu regu lainnya didatangkan dari Sarolangun, Jambi.
Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api yang terlihat. Pendinginan dan pembasahan juga dilakukan untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut tidak kembali menyala.

Ferdian mengatakan proses tersebut membutuhkan kesabaran karena petugas harus memastikan kondisi lahan benar-benar aman sebelum penanganan dinyatakan selesai.

“Perhitungannya bisa beberapa hari selesainya kalau seluas itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kebun Raya Sriwijaya merupakan kebun raya lahan basah gambut pertama di Asia Tenggara yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan luasan 100 hektare

Kebun Raya Sriwijaya berfungsi sebagai pusat penelitian, rehabilitasi, dan penyelamatan keanekaragaman hayati flora khas ekosistem lahan basah serta hutan gambut. Tak hanya itu, berbagai jenis tanaman obat, tanaman hias, dan vegetasi rawa juga ada di sana

Bahkan terdapat embung konservasi, rumah pewarna alami (untuk kain ecoprint), taman tematik, hingga rumah terbalik. (*)

Pos terkait