KATANDA.ID, Banyuasin – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru meninjau langsung kondisi Pusat Konservasi Gajah (PKG) di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Senin (21/9) siang.
Dengan mengendarai speed boat, Gubernur Herman Deru bersama rombongan menyusuri kawasan konservasi untuk memastikan kondisi gajah binaan maupun gajah liar serta habitatnya tetap aman di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru juga menemui langsung para petugas yang tengah berjibaku melakukan pemadaman Karhutla di kawasan hutan konservasi, tepatnya di wilayah Desa Tirto Harjo.
Tim pemadaman yang bertugas terdiri dari Manggala Agni Banyuasin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, TNI dan Polri, masyarakat, hingga para pawang gajah. Mereka terus bekerja melakukan penanganan api siang dan malam khususnya di kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut dan membutuhkan penanganan ekstra.
Kehadiran Gubernur Herman Deru di tengah para petugas menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka yang telah berjuang selama beberapa bulan terakhir dalam mengendalikan Karhutla di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, sejak musim kemarau melanda, lebih dari 2.000 hektare lahan di kawasan konservasi tersebut terdampak kebakaran dari total sekitar 80.000 hektare kawasan konservasi.
Meski demikian, Herman Deru memastikan kondisi gajah di kawasan tersebut tetap terjaga.
“Alhamdulillah gajahnya tidak ada yang kena api, gajahnya tidak ada yang cidera,” kata Herman Deru.
Selain memastikan keselamatan gajah, Gubernur juga memastikan ketersediaan makanan bagi satwa tersebut tetap terjaga meskipun kondisi musim kemarau masih berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru turut memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang bekerja di lapangan. Untuk menambah semangat para pejuang Karhutla, ia meminta agar para petugas yang terlibat mendapatkan bantuan uang semangat masing-masing sebesar Rp150.000/hari.
“Mau Manggala Agni, TNI Polri, masyarakat umum, lapor ya ke BPBD dengan buktinya ada uang semangat itu dari Gubernur,” tegasnya.
Herman Deru menilai kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla sangat penting, tidak hanya untuk mengendalikan kebakaran, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem dan keselamatan satwa yang berada di kawasan konservasi.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas yang tetap berada di lapangan dalam menghadapi kondisi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan berupa lahan gambut.
Menurutnya, perlindungan terhadap kawasan konservasi harus berjalan seiring dengan upaya penanganan Karhutla. Dengan demikian, habitat gajah dan satwa lainnya dapat tetap terjaga serta terhindar dari dampak kebakaran. (*)










