Herman Deru Paparkan Penurunan Stunting Sumsel di Hadapan 2.000 Dokter Anak

KATANDA.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memaparkan keberhasilan upaya penurunan stunting di Sumsel di hadapan sekitar 2.000 dokter anak yang menghadiri Sriwijaya Imperial Night dalam rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ke-14 Tahun 2026 di Palembang, Minggu (25/10/2026) malam.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada IDAI yang telah memilih Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan PIT IDAI ke-14. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel harus siap menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, khususnya kesehatan anak, guna mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Tahun 2023, berkat dukungan semua pihak, Sumsel pernah mencatat prestasi luar biasa, yakni penurunan stunting lebih dari 6 persen. Upaya ini tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah, tetapi juga didukung para profesional, khususnya dokter anak,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak dapat hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak dalam kandungan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Sumsel telah mengaktifkan 600 posyandu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dalam kandungan, terlebih untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kita harus mempersiapkan anak-anak agar tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara psikis. Untuk itu, pemerintah membutuhkan saran dan masukan,” katanya.

Oleh karena itu, Herman Deru berharap PIT IDAI ke-14 tidak hanya menjadi ajang pertemuan ilmiah bagi para dokter anak, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan Pemprov Sumsel dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan kesehatan anak.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menceritakan perjuangan di balik layar dalam mempersiapkan dan menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut, di tengah tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumsel.

“Selama beberapa hari belakangan, Pemprov Sumsel telah berjibaku mengatasi karhutla dengan menebar bibit-bibit hujan serta menggunakan dry ice agar pertemuan ini dapat berlangsung. Karhutla menjadi tantangan bagi wilayah yang memiliki lahan gambut, seperti Sumsel yang memiliki lebih dari 1,2 juta hektare lahan gambut,” jelasnya.

Herman Deru kemudian menutup sambutannya dengan menyampaikan sisi lain dari penyelenggaraan kegiatan berskala besar tersebut, yakni dampaknya terhadap perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran ribuan peserta dinilai turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, termasuk produsen pempek yang menjadi salah satu kuliner khas Palembang.

“Dengan adanya PIT ini, produksi pempek di Palembang juga meningkat. Dengan sekitar 2.000 peserta yang hadir, konsumsi pempek bertambah, baik untuk disantap selama kegiatan berlangsung maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), mengatakan bahwa anak-anak Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian dan pelayanan dari dokter anak. Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah serta kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di Sumsel sudah sangat baik.

“Kalau melihat Bumi Sriwijaya, kita melihat masa-masa keemasan Nusantara. Peradaban ini bisa kita terapkan dalam melayani kesehatan anak. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait