KATANDA.ID, Tanjung Enim – PT Bukit Asam (PTBA) Tbk membuka ajang kompetisi “Bukit Asam Innovation Awards 2022 (BAIA 2022) : Greenovator” dengan tema “Decarhonization Competition”.
Kompetisi yang dimulai 22 Maret 2022 akan berakhir 31 Agustus 2022 tersebut menurut Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie merupakan salah satu perwujudan komitmen serius perusahaan dalam mengatasi tantangan perubahan iklim melalui riset dan teknologi yang solutif.
“Melalui kompetisi BAIA 2022 PTBA mengundang periset dan inovator handal di bidang lingkungan dan pertambangan untuk mengembangkan teknologi yang orisinal dalam kerangka keberlanjutan usaha dan lingkungan,” kata Apollonius Andwie, Rabu (13/7).
Kompetisi Greenovator kali ini menerima inovasi yang dibagi dalam dua kategori, yakni Carbon Capture, Utilization, & Storage (CCUS) dan Carbon Reduction. Untuk kompetisi tersebut BUMN tambang batu bara tersebut menyediakan total hadiah yang besar mencapai Rp3 miliar untuk 10 karya terbaik.
Menurut Iko Gusman Ketua Panitia BAIA 2022 Greenovator, kategori kompetisi pertama yaitu CCUS. Karya inovasi dalam kategori ini berkaitan dengan penggunaan metode CCUS dalam operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau pabrik gasifikasi dengan carbon capture sebagai instrumen inovasi wajib.
Kategori kompetisi kedua yakni carbon reduction berkaitan dengan metode penurunan emisi CO2 pada proses penambangan dan pemanfaatan batu bara melalui skema energy efficiency, electrification, renewables, equipment optimization, dan lain-lain.
Urgensi Pengembangan Teknologi

Iko Gusman menjelaskan, penanggulangan perubahan iklim menemui banyak hambatan dan tantangan, mulai dari ketersediaan energi alternatif, ketergantungan energi global, hingga pengembangan teknologi yang belum maksimal. Namun, dengan dikeluarkannya komitmen internasional untuk mencapai netralitas karbon di tahun 2060, kebutuhan akan pengembangan teknologi dekarbonisasi semakin nyata.
“Hambatan dan tantangan ini menciptakan peluang bagi organisasi, institusi, startup, dan bahkan masyarakat umum agar karya teknologi canggihnya yang efektif dalam mengatasi kelebihan emisi karbon dapat dikenal dan diakui,” ujar Iko Gusman
Menurut mantan Manajer Humas PTBA, Kompetisi Greenovator juga dapat menjadi batu pijakan awal bagi peserta kompetisi dalam diversifikasi usahanya ke arah energi hijau.
“Kami mengharapkan partisipasi anak-anak bangsa yang cemerlang di bidang teknologi dekarbonisasi untuk ikut berpartisipasi dalam Greenovator. Upaya ini sekalipus sebagai perwujudan komitmen PTBA dalam mendukunp kebijakan ESG pemerintah Indonesia berdasarkan RPJMN 2020-2024 dan presidensi Indonesia di G2O menuju Net Zero Emission pada 2060,” ujarnya.
Bagi para peserta yang berminat mengikuti kompetisi Greenovator, dapat mendaftar melalui https://greenovator.ptba.co.id/id/register. Informasi lengkap mengenai Greenovator dapat diakses melalui laman https://greenovator.ptba.co.id. (ril/mas)









