KATANDA.ID, Bali – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) dan PT PLN (Persero) menjalin kerjasama untuk studi pengembangan sumber energi terbarukan dalam mendukung program ketahanan iklim pemerintah.
Dalam keterangan pers Medco Energi menyampaikan bahwa kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Konferensi Indonesia State Owned Enterprise : Driving Sustainable and Inclusive Growth di Bali Nusa Dua Convention Centre dengan disaksikan Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, Selasa (18/10).
Studi bersama antara Medco Energi dan PLN ini mencakup pengembangan Hydrogen, Ammonia sebagai sumber energi, pengembangan Carbon Captured Utilization and Storage (CCUS)/Carbon Captures Storage (CCS) serta pemanfaatan Well-Head Gas to Power.
Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro dalam sambutannya mengatakan, “Penandatanganan ini adalah bagian dari strategi perubahan iklim kami untuk memperluas portofolio energi terbarukan perseroan dan upaya mencapai emisi Net Zero untuk Scope 1, Scope 2 pada 2050, dan Scope 3 pada 2060 yang sejalan dengan program transisi energi pemerintah.”
Dalam pengembangan energi baru terbarukan, satu tahun lalu pada 25 Oktober 2021, Medco Energi melalui anak perusahannya Medco Power Indonesia (MPI) telah menandatangani Joint Development Agreement dengan konsorsium Pacific Light Power Pte Ltd (PLP) dan Gallant Venture Ltd yang merupakan bagian dari Salim Group mengembangkan pilot project impor listrik dari PLTS yang akan dibangun di Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
MPI akan menjadi perusahaan pertama yang menjual setrum atau energi listrik yang bersumber pada energi baru terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke Singapura.
Pembangunan PLTS di Pulau Bulan yang berada di Kecamatan Bulang berjarak sekitar 18,1 km dari Pulau Batam tersebut dilaksanakan setelah menerima izin prinsip impor listrik dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.
PLTS ini memiliki kapasitas 670 MWp sebagai tahap awal yang akan menyediakan listrik yang setara dengan 100 MW nonintermittent ke Singapura. Pilot project ini sejalan dengan rencana Pemerintah Singapura dalam melaksanakan program Singapore Green Plan 2030 untuk meningkatkan porsi energi terbarukan.
Medco Power adalah salah satu produsen listrik independen atau IPP terbesar di Indonesia dengan komitmen pada energi bersih dan terbarukan. Medco Power memiliki pengalaman dalam mengembangkan proyek pembangkit EBT, seperti PLTP Sarulla, PLTP Ijen, dan PLTS Sumbawa.
Medco Power Indonesia kini terus aktif mengembangankan portofolio energi bersih dan terbarukan dengan target 5.000 MW. Diantaranya dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geothermal Sarulla berkapasitas 330 MW, PLTP Ijen sebesar 2 x 55 MW dan PLTS Sumbawa 26 MW. (ril/mas)









