KATANDA.ID, Palembang – Selama ini limbah pengelolaan tempe selalu menimbulkan persoalan dilingkungan karena mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Tapi tidak demikian dengan tempat pengelolaan tempe dikawasan Asian Afrika dikawasan Plaju ini. Limbah tempe disini diolah menjadi limbah yang jernih dan bisa diolah menjadi air yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
Area Manager Communication Relation dan CSR PT. Kilang Indonesia, Siti Rahmi Indasari mengatakan, kawasan ini memang sudah sejak 20 tahun lalu memang menjadi sentral pengelolaan tempe, dan limbah tempe membuat bau.
Inilah menjadi dasar dari pertamina, bagaimana menciptakan lingkungan sentral tempe yang beda dengan kawasan sentral tempe lainya. Dengan membagun Ipal dikawasan tersebut.
“Kita membagun Ipal komunal sejak tahun 2021, dan tahap awal ada 4 rumah yang dijadikan dalam satu saluran kedalam bak penampungan untuk diolah menjadi limbah yang bersih,” jelasnya, Rabu (27/10/2022)
Ditambahkan, bak penampungannya memiliki tiga bilik, mulai dari limbah murni hingga ke air jernih dan siap disalurkan dan tidak menimbulkan bau dilingkungan tersebut.
Ditambahkanya, untuk bak penampungan ipal ini Pertamina mempersiapkan tengki yang memiliki daya tampung 6 meter kubik perhari, dengan kapasitas ipal yang dihasilkan untuk tiap rumah perhari, rata – rata 800 liter hingga 120 liter perhari.
Dengan adanya tempat pengelolaan ipal ini kawasan yang dalu terkesan bau sekarang sudah mejadi rapi dan tertata dengan bak pengelolaan ipal tertata dibawah tanah.
Sementara itu pengerajin tempe dikawasan jalan Asia Afrika Plaju ini, Joko Pitoyo mengatakan, ia menjadi pengerajin tempe ini warisan dari mertua, dan memang selama ini limbah pengelolaan tempe menghadirlam aroma yang kurang sedap, tapi sejak ada ipal ini aroma itu sudah tidak ada lagi.
“Kamii bersyukur ada bantuan tempat pengelolaan limbah tempeh ini, karena tempat kami sekarang terlihat rapi dan tidak menimbulkan bau lagi meski kita tetap produksi tempe.” jelasnya
Joko dalam sehari memproduksi pengelolaan tempe sebanyak 50 kilo kedelai yang diolah menjadi tempe yang nanti akan dipasarkan ke kawasan pasar moderen plaju. (lya)









