KATANDA.ID, Palembang – Guna antisipasi melonjaknya kasus covid-19, Pemerintah Provinsi Sumsel, mengingatkan masyarakat Sumsel, untuk tetap perkerat Prokes. Dikarenakan saat ini Sumsel, masuk zona kuning PPKM level 1.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman mengatakan kenaikan kasus Covid-19, dikarenakan protokol kesehatan yang sudah sangat kendor di Sumsel. Karena itu, pihaknya kembali mengaktifkan protokol kesehatan bagi masyarakat.
“Memang prokes dan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) sudah kendor. Masyarakat sudah malas menggunakan masker,” ungkapnya
Selain itu, terlihat banyak masyarakat yang masih dirawat setelah terpapar Covid-19. Sebagai upaya pencegahan kasus Covid-19 makin meluas, pemerintah sudah menerapkan PPKM level I di Sumsel.
“17 kabupaten dan kota di Sumsel semuanya masih tercatat sebagai zona kuning. Jika tak ditangani, maka kasus akan meningkat,” ucapnya.
Menurutnya, potensi kasus Covid-19 juga makin tinggi setelah masuknya Covid-19 varian Omicron XXB. Meski diSumsel belum terdeteksi adanya varian tersebut, namun Dinkes Sumsel telah mengirimkan sample ke Litbangkes.
“Pemerintah juga sudah menginstruksikan agar prokes masyarakat diperketat serta menggencarkan vaksinasi,” imbuhnya.
Diketahui, dua pekan terakhir kasus Covid-19 di Sumsel terlihat mengalami kenaikan. Bahkan terbaru, kasus Covid-19 di Sumsel mencapai 77 orang yang terkonfirmasi positif. Kasus Covid-19 bertahap naik dari semula 2 kasus, menjadi 4 kasus, 10 kasus, 20 kasus, 50 kasus, dan terakhir 77 kasus. (Ron)










