PTBA Dukung Rehabilitasi Mangrove 600.000 Hektar

Tahura Mangrove _Denpasar tempat G20. (FOTO : Humas PTBA)

KATANDA.ID, Bali – Indonesia diangap sukses melakukan restorasi ekosistem mangrove yang menjadi perhatian pemimpin dunia. Para pemimpin negara-negara G20 pun mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam transisi energi hijau dan mengatasi perubahan iklim.

Presiden Joko Widodo yang bersama kepala-kepala negara anggota G20 berkesempatan menanam mangrove di Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar di kawasan seluas 1.300 hektare yang sebelumnya merupakan area tambak ikan yang terabrasi, namun kini sudah berhasil berubah menjadi rumah bagi 33 spesies mangrove dan 300 fauna.

Bacaan Lainnya

Di Bali, di Denpasar juga PT Bukit Asam (PTBA) Tbk juga turut serta berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitas mangrove. Partisipasi dan dukungan BUMN batu bara tersebut ditandai dengan penandatanganan nota Kesepahaman Bersama (NKB) Kegiatan Rehabilitasi Mangrove sebagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)/Corporate Social Responsibility (CSR) pada Kamis, 17 November 2022.

Mengutip penjelasan Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie, kerja sama ini diinisiasi sembilan pihak, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PTBA, PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dan Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (APROBI).

Penandatanganan NKB dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar. Adapun PTBA diwakili oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTBA Suherman dan VP Sustainability PTBA Hartono.

NKB dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar lembaga dalam upaya pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekowisata.

Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan target nasional rehabilitasi mangrove 600.000 hektar (ha) hingga 2024 dapat tercapai. Capaian rehabilitasi mangrove di 32 Provinsi pada 2021 sebesar 34.912 ha dan target luasan rehabilitasi mangrove 2022 adalah 181.500 ha. Kontribusi dari kelompok usaha BUMN dan swasta untuk rehabilitasi hutan dan mangrove sampai tahun 2024 diharapkan sedikitnya dapat mencapai 100.000 ha.

Rehabilitasi mangrove merupakan program nasional yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Program ini menjadi salah satu pilar dalam upaya pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan untuk mendukung pengembangan ekowisata di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti mengatakan, “Indonesia memiliki potensi yang besar terkait carbon credit khususnya pada area pesisir. Pemerintah memiliki program besar dalam rehabilitasi mangrove.”

Nani Hendiarti juga menekankan pentingnya peran CSR/TJSL dalam pengembangan komunitas, khususnya komunitas masyarakat pesisir sebagai bagian dari program pengembangan mangrove yang berkelanjutan.

“Indonesia memiliki hutan hujan tropis, lahan gambut, mangrove, rumput laut. Hutan mangrove Indonesia seluas 3,36 juta ha atau sama dengan 20 persen mangrove dunia, di mana mangrove merupakan bagian dari ekosistem blue carbon,” ujarnya,

Sementara itu Direktur SDM PTBA Suherman menjelaskan, “Melalui kerja sama ini PTBA tidak hanya menanam namun juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan pusat bibit atau nursery, pemeliharaan, serta membantu sarana dan prasarana dalam rangka melakukan hilirisasi dari tanaman mangrove tersebut.”

Menurut Suherman, PTBA sebagai perusahaan pertambangan yang memegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) memiliki mandat untuk melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai di mana implementasinya sesuai dengan SK Rehabilitasi DAS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Untuk penanaman mangrove pada tahun 2022 ini, sekitar 300 hektar di Taman Nasional Sembilang, Kabupaten Banyuasin sudah selesai dilakukan penanaman,” katanya.

Suherman juga menyampaikan, “PTBA berterima kasih telah diundang untuk terlibat dalam kerja sama rehabilitasi mangrove nasional sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan, aksi iklim, pemberdayaan masyarakat, dan mendukung pengembangan ekowisata yang mana hal ini sesuai dengan noble purpose perusahaan.

Hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia. Tercatat ada 92 spesies hutan mangrove alami yang dimiliki Indonesia. Selain itu hutan mangrove Indonesia mampu menyerap 3,1 miliar ton karbon, setara dengan emisi gas dari 2,5 miliar kendaraan dalam setahun.  (ril/mas)

Pos terkait