Profesor Subroto Mantan Menteri Pertambangan dan Sekjen OPEC Meninggal Dunia

Prof Dr Subrooto (FOTO : Medco Grup)

KATANDA.ID, Jakarta – Indonesia khususnya mereka yang berkiprah di dunia minyak dan gas (migas), Selasa, 20 Desember 2022 kehilangan seorang tokoh yang sangat mumpuni di sektor migas. Tokoh tersebut adalah Prof. Dr. Subroto.

Tokoh yang dikenal dengan penampilan khasnya menggunakan dasi kupu-kupu, sebelum meninggal dunia dedikasinya di dunia migas adalah sebagai penasehat perusahan migas dan energi Medco Grup.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan resmi Medco Grup menyampaikan, Prof. Dr. Subroto meninggal dunia pada Selasa, 20 Desember Pukul 16.25 WIB di Jakarta. Subroto meninggala dalam usia 99 tahun. Sejak bergabung di Medco Group, mantan Menteri Pertambangan pada era Orde baru atau Kabinet Pembangunan tersebut banyak memberikan ide dan nasehat bagi perusahan sehingga mampu berkiprah di level nasional dan internasional.

“Manajemen dan Keluarga Besar Medco Grup berduka cita yang sedalam-dalamnya dan akan sangat kehilangan beliau. Jasa dan suri tauladan yang beliau tunjukkan akan selalu menjadi panutan bagi kami,” kata Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro

Subroto yang dijuluki “Tokoh Minyak Indonesia segala Zaman” lahir 19 September 1923 di Surakarta, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Subrooto dikenal sebagai akademisi pada almamaternya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) kemudian menjadi pembantu Presiden Suharto dengan menjabat Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi (1971 – 1978). Kemudian menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi selama dua periode (1978 – 1988).

Sebelum masuk dalam pemerintahn Subroto adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi UI. Bersama Widjojo Nitisastro, Mohammad Sadli, Ali Wardhana dan Emil Salim, Subroto diangkat sebagai Penasihat Ekonomi Pribadi untuk pemerintahan baru Jenderal Soeharto pada 1966, yang kemudian ditetapkan MPRS sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sebelum diangkat menjadi menteri, tahun 1968 Subroto bergabung dengan Departemen Perdagangan lalu dilantik menjadi Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi pada tahun 1971. Tahun 1978 Subroto mendapat amanah memimpin Departemen Pertambangan dan Energi.

Subroto juga menjadi salah seorang arsitek kebijakan ekonomi yang membawa kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama Orde Baru.

Subroto yang lahir pada masa kolonial Hindia Belanda menjalani pendidikannya di sekolah kolonial Belanda dan pendudukan Jepang. Pada masa perjuangan kemerdekaan Subroto bergabung bersama para pejuang kemerdekaan Indonesia. Subroto juga tercatat sebagai kadet (taruna) di Militer Academie (MA) di Yogyakarta dan menyandang pangkat Letnan II pada tahun 1948.

Usai perang dan Indonesia memprolamirkan kemerdekaannya Subroto belajar ekonomi di FE UI, lalu melanjutkan pendidikannya ke Universitas McGill, MIT, dan Universitas Stanford dan Harvard.

Setelah 17 tahun menjabat sebagai menteri pada masa Orde Baru, Subroto menjadi Sekretaris Jenderal OPEC atau organisasi negara-negara produsen minyak dan gas. Selama enam tahun sejak 1988 Subroto menjabat Sekretaris Jendral OPEC.

Subroto juga aktif di Lembaga Ekonomi Energi Indonesia (IIEE), pernah menjabat Rektor swasta Universitas Pancasila (1995 – 2004), juga kerap  menulis tentang masalah energi. (ril/maspril aries)

 

Pos terkait