Ketersediaan Stok Pupuk Pusri Awal 2023 di Atas 100 Persen

Karyawan Pusri memeriksa stok pupuk di gudang. (FOTO : Humas Pusri)

KATANDA.ID, Palembang – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) siap memenuhi kebutuhan pupuk tahun 2023. Ketersediaan stok pupuk pada awal 2023 berada di atas 100 persen dari ketentuan stok.

“Stok pupuk PT Pusri pada wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Pusri untuk urea bersubsidi yaitu Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi DIY, Provinsi Bali, Provinsi NTB dan Provinsi Jatim-2, dipastikan  seluruh wilayah tersebut ketersediaan stok pupuk di atas 100 persen dari ketentuan stok,” kata VP Humas Pusri Soerjo Hartono, Sabtu (14/1).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagai perusahaan dengan visi menjadi perusahaan agroindustri unggul di Asia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, senantiasa mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional,  pada 2023 Pusri pastikan stok pupuk aman sesuai ketentuan.

“Total alokasi pupuk subsidi tahun 2023 yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 9.013.706 ton yang terdiri dari pupuk urea sebanyak 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton serta NPK formula khusus (kakao) 211.003 ton,”  ujar Soerjo Hartono.

Sementara dari sisi stok pupuk bersubsidi secara nasional tercatat mencapai 811.998 ton per tanggal 03 Januari 2023 atau setara 264 persen dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk selama tiga minggu ke depan atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan rincian stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini III ini terdiri dari pupuk urea sebanyak 495.647 ton dan NPK sebanyak 316.351 ton.

VP Humas Pusri Soerjo Hartono menjelaskan, “Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 734 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 06 Juli Tahun 2022 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2023, harga pupuk subsidi normal tidak ada kenaikan. Harganya Rp2.250 per kilogram untuk urea dan Rp2.300 per kilogram untuk NPK.”

Karyawan Pusri memeriksa butir pupuk di pabrik.

Menurut Soerjo untuk penyaluran, bahwa pupuk akan disalurkan kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK dan setelah terbitnya SK dari pemerintah daerah setempat. “Tanpa adanya SK tersebut, gudang-gudang pupuk tidak dapat mendistribusikan barang ke distributor dan kios,” ujarnya.

Soerjo juga mengingatkan bahwa tidak semua petani berhak mendapatkan pupuk subsidi, karena ada syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. “Aturan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan pupuk tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tanggal 06 Juli 2022. Dalam dokumen itu dinyatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian atau Simluhtan,” ujarnya.

Selain pupu urea dan NPK, PT Pusri juga menyediakan pupuk non subsidi lainnya seperti NPK Kopi, NPK Singkong dan produk inovasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. “Jadi apapun tanamannya pusri pupuknya,” pesan Soerjo Hartono berpromosi.

Sementara itu, memasuki memasuki musim tanam 2023, pada 7 Januari 2023 PT Pusri kedatangan tamu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke PT Pusri Palembang. Menurut Soerjo Hartono, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Timur yang menjadi tanggung jawab Pusri sejak Tahun 2021.

Wilayahnya mencakup Kabupaten Malang, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kota Batu.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa disambut langsung Direktur Utama Pusri Tri Wahyudi Saleh, Direktur Operasi & Produksi Fillius Yuliandi, dan Direktur Keuangan & Umum Saifullah Lasindrang.

Kepada Gubernur Jatim, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan pada awal 2023 ini, per tanggal 05 Januari 2023 penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jawa Timur sebesar 116.000 ton.

“Terimakasih banyak kepada Pusri atas upaya pendistribusian pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani terutama pada musim tanam ini,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah. (maspril aries)

Pos terkait