KATANDA.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Rabu malam (26/1) menerima aktivis koalisi masyarakat sipil atau NGO (Non Governmental Organization) dari 8 provinsi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut Menteri Siti Nurbaya didampingi Alue Dohong. “Mereka ini sahabat-sahabat saya dari Jikalahari, Walhi Riau, Walhi Jambi, Walhi Sumsel, Walhi Kaltim, Walhi Kalteng, Walhi Papua, KSPPM Sumut, POINT Kalbar dan perwakilan NGO Jakarta,” tulis Siti Nurbaya di akun media sosial (medsos)-nya.
Menurut Siti Nurbaya, banyak sekali hal yang saya catat dari temuan-temuan lapangan dan kita bersepakat akan menyelesaikannya secara bertahap dan konkrit.
“Terima kasih sudah membersamai untuk kepentingan menjaga lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia. Kita akan terus kerja bersama dan siapkan langkah-langkahnya secara terukur,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang aktivis Yuliusman Direktur Walhi Sumatera Selatan (Sumsel) menjelaskan, “Pertemuan berlangsung di kantor Menteri LHK. Ada banyak masalah yang disampaikan teman-teman dari daerah tentang masalah LHk yang terjadi di daerahnya.”
Menurut Yuliusman, dari Sumsel dilaporkan beberapa masalah diantaranya ada kasus penggusuran yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). “Juga ada diskusi tentang kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan teman-teman dari provinsi lain,” katanya.
Merespon berbagai kasus dan permasalahan lingkungan yang terjadi daerah tersebut, menurut Yuliusman, Menteri LHK Siti Nurbaya menjelaskan, untuk menangangani berbagai permasalahan tersebut Kementerian LHK akan melibatkan stake holder termasuk koalisi masyarakat sipil yang ada di tiap daerah. (ril/mas)









