KATANDA.ID, Pangkalpinang – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Rabu malam (15/2) menuntaskan agenda “Ngopi Pekat” (Ngobrol Sambil Ngopi : Pemerintah dan Masyarakat) di Kecamatan Gerunggang. Sebelumnya, Wali Kota yang akrab disapa Molen sudah berkunjung ke kecamatan lainnya untuk Ngopi Pekat.
Bersama Ketua TP PKK Monica Haprinda, Wali Kota Molen Ngopi Pekat di Balai Kecamatan Gerunggang dengan didampingi kepala Organisasi Perangkat Dinas (OPD) telah berkeliling di enam kecamatan yang ada di Kota Beribu Senyuman.
Molen sengaja membawa pejabat-pejabatnya agar masyarakat bisa langsung berkeluh kesah dengan dirinya dan bisa langsung berinteraksi dengan pejabat terkait persoalan yang disampaikan, serta “eksekusi” spontan.
“Gerunggang ini kecamatan terakhir, saya bawa banyak pejabat jadi silahkan sampaikan langsung di sini apa yang menjadi kendala-kendala bapak ibu semua dan kita bahas bersama solusinya. Setelah ini kami akan mengadakan juga Ngopi Pekat di setiap kelurahan yang jumlahnya 42 se-Pangkalpinang,” kata Maulan Aklil.
Pada saat dialog, Ketua Rt 09 Kelurahan Air Kepala Tujuh Asnawi, meminta wali kota agar merealisasikan pengajuan-pengajuan masyarakatnya seperti lampu jalan dari mulai Tambak Suhaini sampai Simpang Raskib.
“Di jalur ini rawan transaksi narkoba jika malam hari. Kami minta dipasang lampu jalan sekitar 20 titik dengan panjang jalan lebih kurang 2,5 km. Jalan ini banyak tikungan tajam yang rawan kecelakaan lalu lintas karena gelap,” kata Asnawi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Molen menjawab, “Ini sudah diperhitungkan, ada sekitar 7000 titik. Dari jumlah sebanyak itu dengan kondisi keuangan yang ada, pemerintah harus memutar otak mendahulukan mana yang sangat prioritas dipasang.”
Menjawab permintaan Asnawi, Wali Kota Pangkalpinang akan mengalokasikan 10 titik di tempat yang benar-benar prioritas setelah Molen meminta data dari Kepala Dinas Perhubungan Ubaidi.
“Sekarang masih ada 150 titik lampu yang bisa kita bagikan. Jadi untuk Kecamatan Gerunggang dari 150 titik kita bagi beberapa kelurahan. Untuk usulan Pak Asnawi 10 titik bisa tidak dipenuhi?” tanya Molen kepada Kepala Dinas Perhubungan.
Kadishub memastikan bisa merealisasikannya 10 titik lampu tersebut pada pertengahan Maret 2023 mendatang. “Alhamdulillah terima kasih malam ini Pak Wali langsung mengabulkan permintaan masyarakat kami soal lampu jalan,” ujar Asnawi.
Aspirasi lainnya disampaikan Tahmi, warga Kelurahan Tuatunu Indah. Ada lima permintaan disampaikan, diantaranya terkait lampu penerangan jalan, percepatan pembangunan jembatan dan pengaspalan di Sungai Kulan dan Jalan Kulan. “Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Molen yang telah banyak membangun infrastruktur di Tuatunu serta membantu memecahkan berbagai masalah masyarakat di sini,” katanya.
Tahmi menyampaikan, jalan menuju Hutan Kota dari Sungai Salim belum memiliki lampu jaringan PLN. Permintaan itu ia sampaikan mengingat di sana dalam waktu dekat pihaknya akan membangun Pondok Pesantren (Ponpes).
Juga ada keluhab warga mengenai kondisi lampu jalan yang mati dan kondisinya rusak, terutama dekat Balai di Simpang Tiga sudah lama matinya.
Terhadap masalah itu, Molen langsung menghubungi pejabat PLN Kota Pangkalpinang melalui telepon yang bisa di dengar seluruh warga yang hadir dari loudspeaker.
Wali Kota Pangkalpinang juga menjelaskan tentang Molen juga tentang berbagai layanan di lingkup pemerintahan Pemerintah Kota Pangkalpinang, seperti pelayanan kesehatan gratis yang akan segera bisa dinikmati masyarakat, keunggulan RSUD Depati Hamzah, penanggulangan sampah, hingga rumah singgah dan lain sebagainya. (ril/mas)









