Lebih Kenalkan Transaksi Digitalisasi, BSI Hadirkan Gema Ramadan

Wakil Regional 3 CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Kgs Ari Yusnairi Muslim saat pembukaan Gema Ramadan.

KATANDA.ID, Palembang – Untuk lebih mengenalkan lebih jauh tentang literasi digitalisasi pengunaan QRis pada masyarakat, Bank Syariah Indonesia (BSI) mengadakan kegiatan Gema Ramadan BSI, yang dilaksanakan di pelataran Masjid Agung Palembang.

Kegiatan Gema Ramadan ini berlangsung secara nasional. Ada 20 kantor cabang BSI yang melaksanakan kegiatan ini, dan khusus untuk Regional 3 ada tiga kota yang mengadakan kegiatan yang sama, yakni Palembang, Padang, dan Bengkulu.

Wakil Regional 3 CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Kgs Ari Yusnairi Muslim mengatakan, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan produk- produk BSI tapi juga ingin mendukung sektor UMKM dan juga untuk memakmurkan masjid.

Masjid tidak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga bisa jadi tempat perkembangan ekonomi masyarakat.

“Selain kita ingin lebih mengenalkan QRis BSI pada masyarakat, kami juga ingin mendorong perkembangan UMKM. Disini ada 15 UMKM yang ikut serta baik UMKM binaan BSI maupun binaan Masjid Agung,”papar Ari disela -sela kegiatan Gema Ramadan di Masjid Agung, Palembang, Kamis (6/4/2023).

Ditambahkannya, untuk mendukung digitalisasi transaksi, selama kegiatan ini, pihaknya menerapkan sistem pembayaran dengan mengunakan QRis.

Gema Ramadan BSI ini, dilaksanakan selama 7 hari dan diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan, bazar UMKM, kegiatan sosial bagi-bagi takjil, dan kegiatan lainnya.

Sedangkan, Area Manajer BSI Cabang Palembang, Zulfandi menambahkan, kegiatan ini memang untuk lebih mengenalkan pada masyarakat, jika bank saat ini lebih mengutamakan layanan elektronik daripada konvensional.

“Saat ini sudah tercatat hampir 70 sampai 80 persen nasabah sudah beralih dari konvensional ke digital banking, salah satunya mobile banking,” katanya.

Ditambahkanya, secara keseluruhan BSI terutama area Palembang, secara pertumbuhan BSI di bisnis cukup baik, dimana pada 2022 lalu tercatat, pertumbuhan bisnis diangka 20 persen lebih. Kredit terutama kredit usaha rakyat sampai dengan Februari sudah mencapai Rp100 miliar, diikuti dengan laba yang juga mengalami peningkatan.

(May)

Pos terkait