Suganda Jemput Bola Soal Jalan Nasional di Kepulauan Babel

Pj Gubernur Kepulauan Babel, Suganda Pandapotan Pasaribu

KATANDA.ID, Jakarta Selatan – Meskipun Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi provinsi dengan jalan (provinsi) rusak paling sedikit se Indonesia, tidak membuat Pejabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel Suganda Pandapotan Pasaribu berpuas diri.

Karena masih ada persoalan lain, yaitu jalan nasional yang menjadi tanggung jawab dari pemerintah pusat. Dari hasil kunjungan di kabupaten/kota di Kepulauan Babel selama menjabat Pj Gubernur, didapati masih ada jalan yang rusak.

Selain membahas jalan, Pj Gubernur Suganda juga membicarakan permasalahan lain, khususnya banjir yang sering terjadi di beberapa titik di Kota Pangkalpinang.

Kemudian, permasalahan pendangkalan muara Sungai Kurau yang masih tertunda karena pembebasan lahan pun tak luput dari pembahasan.

Ada beberapa titik jalan nasional yang masuk kategori rusak ringan, dan perlu diperbaiki seperti di ruas jalan Desa Bikang yang menjadi lintas antar kota menghubungkan Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Pangkalpinang. Selain itu, juga harus dilakukan pelebaran jalan.

Alasan inilah yang membuatnya bergerak cepat dengan mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk melakukan audiensi bersama Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III Manggas Rudy Siahaan, di Resto Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).

“Jadi Pak, Kepulauan Babel ini Pak, provinsi dengan jalan rusak paling sedikit se Indonesia. Nah, karena itulah yang membuat Kepulauan Babel anggarannya sedikit, dan bukan menjadi prioritas. Padahal kan kita butuh juga anggaran tersebut untuk memperbaiki, atau membangun infrastruktur jalan,” kata Pj Gubernur Suganda.

Senada dengan Pj Gubernur Suganda, Kepala Dinas PUPR Kepulauan Babel Jantani menambahkan, hal ini juga dikarenakan Kepulauan Babel merupakan provinsi kepulauan, sehingga membuat jam operasi truk atau kendaraan pun hanya pada jam tertentu, sehingga membuat jalan di Kepulauan Babel menjadi awet.
“Karena kita di daerah kepulauan, jadi truk-truk pun nggak banyak, bahkan beban yang dibawa pun relatif ringan. Jadi, jalannya awet. Tapi, tingkat kecelakaan di Kepulauan Babel cukup tinggi, karena jalannya yang sempit, Pak,” ujar Jantani.
Dilanjutkan Jantani, ada beberapa titik jalan nasional yang sempit, dan perlu untuk dilakukan pelebaran jalan demi kebaikan masyarakat, agar tidak terlalu sering lagi terjadi kecelakaan.
Mendengar persoalan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Negeri Serumpun Sebalai, khususnya jalan nasional, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III Manggas Rudy Siahaan merespons positif. Ia memastikan akan meneruskan harapan Pj Gubernur Suganda kepada atasan.

(Intan Pitaloka)

Pos terkait