Selain ada satu peristiwa yang tersimpan dalam memori ingatan, saat kami berbicara berdua tentang pemilihan Ketua DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Provinsi Sumsel. Waktu itu ada pemilihan Ketua DPD KNPI Provinsi Sumsel (2004 – 2008), Ratu Dewa yang tengah menjabat Plt Ketua Umum GP Ansor Sumsel berpeluang besar menjadi Ketua DPD KNPI Sumsel.
Namun menjelang pemilihan ketua, saat ditanya bagaimana peluang terpilih? Ratu Dewa optimis akan terpilih karena sudah mendapat dukungan sebagian besar OKP. Namun saat itu ia bercerita, jelang pencalonan, dirinya dipanggil oleh seorang senior yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan menjabat kepala daerah.
“Tadi saya dipanggil menghadap Mas, dan disarankan untuk tidak maju agar bisa konsentrasi sebagai PNS dengan alasan kesempatan karir di PNS terbuka lebar,” katanya saat itu.
Ternyata saran tersebut benar dan manjur. Mungkin jika Ratu Dewa melenggang sebagai Ketua DPD KNPI Sumsel, sekarang dia sudah sudah ada di dunia politik bergabung dengan salah satu partai politik (parpol) dengan label politikus, bukan seorang birokrat karir dengan jabatan saat ini Pj Wali Kota Palembang.

Interaksi personal secara langsung dengan Ratu Dewa sejak pindah ke lingkungan Pemerintah Kota Palembang frekuensi pertemuan mulai defisit alias berkurang karena kesibukan kerjanya yang meningkat. Ratu Dewa sempat menjabat Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang (2010 – 2014) kemudian kembali menjadi Humas dengan jabatan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Palembang (2014 – 2015), lalu menjabat Kepala BPM-PTSP Kota Palembang (2015 – 2016) termasuk setelah menjadi Sekretaris Daerah aktivitas kerjanya semakin meningkat.
Komunikasi dengan Ratu Dewa lebih banyak di dunia maya, namun berbuah hasil yang konkret. Seperti saat lampu jalan di Jalan Sultan M Mansyur padam sejak lama tanpa ada perbaikan. Hanya dengan berkirim pesan via WhatsApp. Hanya dalam 2 x 24 jam langsung mendapat respon, lampu segera menyala.
Termasuk melaporkan gorong-gorong yang longsor oleh truk semen yang terbalik, juga cepat mendapat respon. Tim dari dinas terkait langsung menangani perbaikan gorong-gorong mengantisipasi longsor badan jalan Sultan M Mansyur pasca dibukanya Jembatan Musi 6 yang membuat arus lalu lintas di jalan tersebut semakin tinggi dan kerap menghadirkan kemacetan pada beberapa titik persimpangan.
Itulah sosok Ratu Dewa menuliskan penggalan kata dalam buku biografinya, “Entaskan semua esok yang meragu, sepikan dari khianat atas komitmen diri, leburkan dengan asa untuk terus melangkah”.
Setelah menjabat sebagai Sekretaris Daerah, sempat ada beberapa kali pertemuan dengan Ratu Dewa, dalam beberapa momen acara yang dihadirinya. Ada satu kesempatan, kami bertemu di ruang kerjanya yang apik. Kami bercerita panjang, pembicaraan dengan aneka topik yang berkualitas alias kata orang sekarang promosi, “Isinya daging semua”.
Dari pembicaraan tentang isu sosial, politik, ekonomi dan pembangunan kota Palembang, itu tidak semua untuk menjadi konsumsi publik, tapi cukup simpan sendiri. Hanya kami berdua yang tahu dan mengerti isi pembicaraan itu.
Selamat atas jabatan baru sebagai Penjabat Wali Kota Palembang. Semoga selalu dalam keadaan sehat. (maspril aries)









