Medco Energi Kembali Raih Penghargaan Subroto 2023

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyerahkan penghargaan kepada Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan. (FOTO : Humas Medco)

Selain Medco Energi, ada enam KKKS juga meraih Penghargaan Subroto 2023. Penghargaan untuk KKKS diperoleh dengan bidang dan kategori berbeda.

Untuk bidang yang sama dengan Medco Energi pada kategori KKKS dengan Produksi Minyak dan Gas Bumi 50.000 hingga 100.000 BOEPD diraih Petrochina Internasional Jabung dan produksi dibawah 50 Ribu BOEPD, diperoleh Montdor Oil Tungkal limited.

Bacaan Lainnya

Empat Penghargaan Subroto 2023 bidang usaha hulu minyak dan gas bumi, adalah  dibidang keselamatan minyak dan gas bumi dan pemanfaatan gas suar dengan kategori pembinaan keselamatan kerja migas diraih Exxon Mobil Cepu Limited dan kategori tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan diraih Pertamina EP Cepu.

Dibidang yang sama dengan kategori pemanfaatan gas suar pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, sub kategori pemanfaatan gas suar pada lapangan minyak bumi diraih Pertamina Hulu Kalimantan Timur dan Sub kategori pada lapangan gas bumi diraih PT Pertamina Hulu Mahakam.

Menurut Kepala Divisi Program Dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro yang hadir pada pemberian Penghargaan Subroto 2023 mengatakan, “Pemberian penghargaan ini diharapkan memberikan semangat baru bagi KKKS yang beroperasi di Indonesia untuk terus mengejar program 1 juta barrel minyak dan 12 miliar kaki kubik gas tahun 2030. Ini bisa jadi penyemangat KKKS untuk terus melakukan eksplorasi dan meningkatkan lifting minyak nasional”.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya percepatan transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Berbagai program Pemerintah telah dilaksanakan untuk mencapai target tersebut.

“Program-program dekarbonisasi agar terus dilaksanakan, antara lain pengembangan EBT secara masif, retirement PLTU, pelaksanaan co-firing biomassa pada PLTU, konversi PLTD ke PLT Gas dan PLT EBT, pelaksanaan mandatori B35 dan B40, penerapan CCS/CCUS, percepatan program kendaraan listrik, dan program elektrifikasi di rumah tangga”, katanya. (ril/mas)

Pos terkait