KATANDA.ID, Palembang – Berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya pada 1 Oktober 2023, Menteri Dalam Negeri Mendagri Tito Karnavian menetapkan Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel untuk mengisi jabatan kepala daerah yang ditinggalkan tersebut.
Mendagri Tito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (2/10) melantik dan mengambil sumpah Agus Fatoni sebagai Pj Gubernur Sumsel untuk memimpin Sumsel sampai gubernur definitif terpilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung serentak pada November 2024.
Sosok atau nama Agus Fatoni yang kini menjabat Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri sebagai lulusan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Tahun 1994 memulai karirnya di birokrasi pemerintahan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan menjadi Ajudan Gubernur Lampung yang dijabat Poedjono Pranyoto (alm).
Selama berkarir sebagai ajudan mendampingi orang nomor satu di Provinsi Lampung, Agus Fatoni dikenal sebagai PNS yang disiplin namun tak kaku dan dikenal sebagai sosok yang bersahabat, seperti dengan para wartawan yang ngepos di kantor Gubernur Lampung.

Sosok Poedjono Pranyoto dikenal sebagai gubernur yang dekat dan selalu welcome dengan wartawan. Setiap pertanyaan dari wartawan akan selalu mendapat jawaban yang layak kutip dari Gubernur Lampung yang kemudian pada 1997 menjabat Wakil Ketua MPR/ DPR dari Fraksi Utusan Daerah (FUD). Sebagai sosok kepala daerah yang dekat dengan wartawan, Poedjono Pranyoto mendapat penghargaan Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Sebagai ajudan seorang kepala daerah yang akrab dengan wartawan, Agus Fatoni dikenal dekat dengan wartawan di Lampung. “Agus Fatoni itu ajudan gubernur yang dikenal disiplin. Dalam menegakan disiplin sebagai pengawal orang nomor satu, dia tidak pernah menghalangi wartawan untuk bertanya kepada Gubernur Poedjono Pranyoto”, kata Ali Imron mantan wartawan Harian Lampung Post .
“Apa lagi saat Gubernur Poedjono melakukan kunjungan ke daerah. Sebagai ajudan dia memperhatikan kehadiran wartawan di sekitar gubernur. Sepertinya ada yang aneh jika Poedjono kunjungan ke daerah tidak ada wartawan yang mengelilinginya”, kenang Ali Imron yang kini menjadi anggota DPRD Lampung.
“Selamat untuk Pak Agus Fatoni yang dulu menjadi ajudan gubernur sekarang menjadi Penjabat Gubernur Sumsel”, kata Ali Imron.
Menurut anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, dirinya sempat beberapa kali jumpa dengan Agus Fatoni dalam kapasistas sebagai Dirjen Bina Keuda untuk berdiskusi dan membahas tentang APBD atau keuangan daerah. “Di sela-sela pertemuan tersebut kami sempat juga cerita mengenang masa lalu saat dia bertugas di Lampung”, ujarnya.
Dalam pandangan Ali Imron, sangat pantas jika karir Agus Fatoni yang lahir di Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung pada 6 Juni 1972 di birokrasi terus melesat.
“Sebagai PNS dia sangat disiplin dan cerdas. Pendidikan dan jabatannya berjalan beriringan, sangat pantas dia menduduki kursi Penjabat Gubernur Sumsel. Awalnya saya memprediksi dia akan menjadi Penjabat Gubernur Lampung, ternyata meleset dia dikirim Mendagri ke Sumsel,” kata Ali Imron sambil tertawa.









