Walau Diguyur Hujan, Kabut Asap di Kota Palembang Masih Pekat

Walau sempat diguyur hujan, kabut asap di Kota Palembang masih pekat.

KATANDA.ID, Palembang – Meskipun beberapa hari ini kota Palembang diguyur hujan, namun kabut asap akibat karhutla kembali menyelimuti Kota Palembang.

Berdasarkan data dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang, untuk update per tanggal 28 Oktober 2023 pukul 13.00 Wib pagi berada di angka 311 atau masih berada di kategori sangat tidak sehat.

Bacaan Lainnya

Iwan warga Plaju mengatakan, walaupun sering hujan namun udara sudah bercampur dengan asap karhutla sudah memasuki rumah saat pagi hari.

Dirinya juga khawatir dengan kembalinya bau asap di Palembang, akan berdampak luasnya kasus ISPA di Palembang.

“Kabut asapnya sangat tebal, untuk berkendara memang harus hati-hati. Apalagi, pada pagi hari rumah harus tetap ditutup agar udara tak tercemar,” katanya, Sabtu (28/10/2023).

Sementara, Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Sinta Slamet Andayani menjelaskan bahwa saat ini sedang memasuki musim pancaroba, sehingga masyarakat diharapkan waspada potensi adanya potensi angin kencang, hujan deras.

Namun demikian, perlu diwaspadai jika hujan disertai angin kencang, lantaran sedikit berbahaya untuk aktivitas pelayaran.

“Potensi kilat disertai petir juga berpotensi terjadi tak hanya didarat maupun daerah perairan. Jadi, hujan lebat dan angin kencang meski cuaca secara umum baik,” ungkap Sinta.

Musim peralihan cuaca ekstrim dengan potensi hujan lebat, warga diminta waspada sampai dengan awal Bulan November atau memasuki musim penghujan.

Selain itu, wilayah di Sumsel yang dikelilingi sungai besar, seperti Sungai Musi, Komering hingga Lematang diharap tetap waspada akan potensi tersebut.

“Kita menghimbau masyarakat waspada banjir dan genangan. Tingkatkan kewaspadaan longsor serta banjir bandang,” ujarnya.

Kondisi sekarang, lanjut dia, hujan terjadi kisaran ringan sedang disertai lebat.

Namun begitu, meski pancaroba hujannya jarang dan tak merata, hanya saja jika muncul hujan sering diiringi muncul angin kencang dan potensi puting beliung.

“Jadi, aktivitas perairan bisa potensi membuat nahkoda atau awak kapal berbahaya karena di air rentan untuk sambaran kilat atau petir,” tutupnya. (RN)

Pos terkait